Breaking News

Serikat Pekerja Kawal Holding BUMN Tambang

Sekjen Persatuan Pegawai Antam (Perpantam) Hashari Kamaruddin mengatakan, serikat pekerja bergerak, dan siap mengawal rencana pemerintah dalam membentuk holding. Perusahaan di dalamnya meliputi PT Antam, PT Timah, PT Bukit Asam, dan PT Inalum).

Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pertambangan siap mengawal pembentukan holding BUMN Pertambangan. Tujuannya, agar holding berkualitas dan lebih lincah berkontribusi bagi Tanah Air.

 

Sekjen Persatuan Pegawai Antam (Perpantam) Hashari Kamaruddin mengatakan, serikat pekerja bergerak, dan siap mengawal rencana pemerintah dalam membentuk holding. Perusahaan di dalamnya meliputi PT Antam, PT Timah, PT Bukit Asam, dan PT Inalum).

 

“Seluruh serikat pekerja yang akan tergabung dalam Holding BUMN Industri Pertambangan, menyatakan akan mengawal pembentukan Holding BUMN Industri Pertambangan yang besar, kuat dan lincah. Sehingga dapat memberikan konstribusi yang lebih besar kepada bangsa dan negara,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (07/12/2016).

 

Hashari menegaskan, pemerintah perlu mengutamakan kesejahteraan pegawai masing-masing perusahaan. Di antaranya standarisasi kompetensi, struktur organisasi, dan jaminan keberlangsungan Holding BUMN Industri Pertambangan.

 

Staf Khusus Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyatakan, ada satu kesatuan tujuan strategis dalam memposisikan Holding BUMN Industri Pertambangan sebagai bidang strategis. Artinya, holding mempunyai previlage dalam menjalankan bisnis, dan dibesarkan demi kepentingan Tanah Air.

 

“Pentingnya strategi menguasai cadangan dan sumber daya mineral dengan mengupayakan kekuatan pendanaan untuk melakukan akuisisi atas perusahaan-perusahaan tambang yang sudah melakukan produksi. Serta meningkatkan hilirisasi produk melalui kerjasama investasi dengan perusahaan pengolahan tambang global,” kata Budi.

 

Sementara, Asisten Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Bagya Mulyanto sebagai perwakilan pemerintah menyatakan ada empat alasan mengapa pemerintah membentuk Holding BUMN Industri Pertambangan.

 

Pertama, belum optimalnya pengolahan nilai tambah atas mineral. Kedua, tidak meratanya sumber daya alam mineral di Indonesia. Ketiga, keterbatasan kemampuan pendanaan investasi terkait hilirisasi. Keempat, Industri pertambangan di Indonesia sebagian besar dikuasai pihak asing.

 

Sekadar informasi, pada 1-2 Desember lalu, perwakilan serikat pekerja Perpantam, SPSI PUK Antam, Serikat Pekerja Bukit Asam (SPBA), Ikatan Karyawan Timah (IKT), beserta SP LEM SPSI Inalum Kantor Peleburan dan Kantor Paritohan menggelar acara dengan tema “Menyongsong Holding BUMN Industri Pertambangan yang Besar, Kuat dan Lincah” di Antam Leadership Development Center (ALDC) Cibulan.

 

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Sub Bagian Pertimbangan Hukum Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementrian ESDM Fachri Aryati, dan Wakil Ketua Pokja SDM Komite Konsolidasi BUMN Industri Pertambangan Carry E.F Mumbunan.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*