Breaking News

Serikat Buruh Temukan Pekerja Cina Ilegal, Pemerintah Belum Bertindak

Serikat Buruh Temukan Pekerja Cina Ilegal, Pemerintah Belum Bertindak.

Puluhan pekerja asing ilegal asal Cina ditemukan bebas bekerja di sejumlah perusahaan di Jakarta. Yang terdekat, di Jakarta, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) bahkan menemukan puluhan pekerja Cina ilegal yang dipekerjakan sebagai buruh kasar di PT Hong Xin Steel, yang beralamat di Jalan Raya Bekasi Kilometer 21-22, Jakarta Timur.

 

Koordinator Wilayah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Korwil SBSI) Provinsi DKI Jakarta, Jandry Luhukay menyampaikan, temuan mereka itu sudah dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Jakarta Timur dan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur.

 

Jandry juga meminta pemerintah segera menggeruduk dan memeriksa perusahaan yang bergerak dalam pembuatan industri besi beton itu.

 

Dijelaskan Jandry, atas laporan itu, pihak Disnaker Jakarta Timur sempat melakukan pemeriksaan terhadap manajemen perusahaan.

 

“Pihak Disnaker mengakui, ada banyak pelanggaran hukum yang dilakukan PT Hong Xin Steel. Sebab, setelah Disnaker Jakarta Timur menerima surat kami, mereka langsung turun melakukan pemeriksaan. Setelah diperiksa, Disnaker mengakui bahwa perusahaan itu tidak menjalankan Undang-Undang Ketenagakerjaan,”  kata Jandry di kantornya di Jalan Baladewa Kiri, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (24/03/2017).

 

Menurut Jandry, perusahaan tidak melaporkan keberadaan TKA Cina Ilegal itu. Bahkan, lanjut dia, dari BPJS Kesehatan Jakarta Timur juga mengakui, perusahaan itu belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

 

Pihak BPJS juga sudah memberikan surat peringatan kepada PT Hong Xing Steel untuk segera mendaftarkan seluruh karyawan beserta keluarganya.

 

Namun, hingga kini, menurut Jandry, belum ada tindakan konkrit yang dilakukan pemerintah terhadap laporan yang dilakukannya.

 

“Perusahaan itu harus diberikan sanksi tegas. PT Hong Xin Steel sudah cukup banyak melakukan kesalahan. Namun, sampai saat ini pemerintah belum memberikan sanksi apapun kepada perusahaan,” ujarnya.

 

Dia mengungkapkan, ratusan buruh yang bekerja di PT Hong Xin Steel juga diupah dengan sangat rendah. Tidak ada satu orang buruh pun yang menerima Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta 2016 yang ditetapkan Pada 1 Januari 2019 lalu.

 

Ada sebanyak 351 karyawan PT Hong Xin Steel yang didata Jandry. Karyawan itu terdiri dari 10 pekerja tetap, 310 pekerja tidak tetap dan sebanyak 31 orang TKA Cina Ilegal.

 

“Dan hingga saat ini, ratusan buruh itu tidak juga didaftarkan sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” pungkasnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*