Breaking News

Seribuan Awak Mobil Tangki Pertamina di-PHK Sepihak, Pertamina Lepas Tangan

Seribuan Awak Mobil Tangki Pertamina di-PHK Sepihak, Pertamina Lepas Tangan.

Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) mengecam tindakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dialami para buruh PT Pertamina Patra Niaga terhadap sekitar seribu Awak Mobil Tangki (AMK) Pertamina.

 

Masalah ini berawal ketika para buruh yang merupakan Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina yang melayani distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina Se-Jabodetabek menuntut perbaikan kondisi dan menolak status outsourcing berkepanjangan. Belakangan pihak perusahaan malah mem-PHK para buruh tersebut.

 

Ketua Umum FBTPI, Ilhamsyah mengatakan, PHK sepihak yang dilakukan PT Garda Utama Nasional (GUN) selaku vendor dari PT Pertamina Patra Niaga adalah tidak sah. Menurutnya, ada sekitar 300an buruh yang di-PHK.

 

“Yang dari anggota FBTPI yang sudah terdata ada sekitar 174,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/6/2017).

 

Sebagai bentuk perlawanan, para buruh yang di-PHK sudah melakukan aksi unjuk rasa di kantor Pertamina Patra Niaga pada Rabu (31/5/2017) lalu. FBTPI sebagai serikat pekerja juga sudah berupaya untuk melakukan perundingan.

 

“Kami terpaksa melakukan unjuk rasa karena perusahaan mengabaikan perundingan,” kata Ilham.

 

Sekitar 1.000 AMT Pertamina ini seharusnya sudah diangkat menjadi karyawan tetap dan tidak dapat di-PHK semena-mena. Bahkan, Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara sudah dua kali menganjurkan bahwa buruh outsourcing di Pertamina Patra Niaga demi hukum diangkat menjadi karyawan tetap. Alasannya, perusahaan tidak diperbolehkan menggunakan tenaga outsourcing dalam menjalankan pekerjaan inti di perusahaan tersebut.

 

FBTPI juga mengingatkan agar PT Pertamina Patra Niaga tidak bisa lepas tangan dengan mengatakan PHK tersebut dilakukan oleh vendor dan ‘bukan urusan perusahaan’. “Kita akan tetap berpatokan pada nota pemeriksaan pertama dan khusus kedua yang  menyatakan jadi karyawan tetap Patra Niaga,” imbuhnya.

 

Ketua FBTPI Pertamina Patra Niaga, Nuratmo, menambahkan PHK sepihak ini sebagai bentuk pelemahan serikat pekerja di perusahaannya. Sejak Februari hingga April, perusahaannya telah merekrut ratusan karyawan baru. “Pengurangan besar-besaran dimulai dengan perekrutan pekerja baru besar-besaran ,” ungkapnya.

 

Nuratmo mengungkapkan, pengurus serikat buruh Pertamina Patra Niaga di Padalarang dan Bandung juga sempat dilarang bekerja hanya karena mengikuti aksi Hari Buruh di Jakarta. Setelah aksi protes akhirnya membuat mereka dapat bekerja kembali.  Sebelumnya, pada November 2016 lalu, sekitar 1.000 buruh Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan aksi mogok kerja untuk memprotes status alih daya dan kontrak berkepanjangan.

 

Selain itu, para Awak Mobil Tangki juga mendesak penghapusan kondisi kerja yang membahayakan nyawa. Di antaranya adalah jam kerja berkepanjangan.

 

“Jam kerja hingga 12 jam lebih membuat buruh yang membawa bahan mudah terbakar itu rentan kecelakaan. Sejak Desember 2015, sudah tiga kali truk tangki dari depo Plumpang tersebut terbakar. Empat buruh tewas terpanggang dalam kecelakaan tersebut,” katanya.

 

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi bahan bakar minyak di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) berlangsung aman dan normal. Hal ini menyusul aksi unjuk rasa oleh awak mobil tangki bahan bakar minyak (BBM).

 

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Rudy Permana membenarkan adanya awak mobil tangki (AMT) yang tergabung dalam FBTPI melakukan unjuk rasa di Kantor Pusat PT Pertamina Patra Niaga, Gedung Wisma Tugu, Setiabudi, Jakarta Selatan. Para AMT yang merupakan pekerja dari PT Garda Utama Nasional (PT GUN), mempersoalkan kebijakan PT GUN perihal status hubungan kerja.

 

Menyikapi hal ini, PT Pertamina Patra Niaga meminta PT GUN selaku perusahaan pemborong pekerjaan pengangkutan BBM menyelesaikan masalah dengan para pekerjanya. Meski unjuk rasa berlangsung, distribusi BBM di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) berlangsung aman dan normal.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*