Breaking News

Serbuan Pekerja Asal Cina Membludak, Nasionalisme Jokowi Dipertanyakan

Pekerja Cina merangsek ke Indonesia, Dimana Nasionalisme Jokowi?

Nasionalisme Presiden Jokowi kian dipertanyakan. Soalnya, serbuan tenaga kerja asing dari Cina kian bebas memasuki wilayah-wilayah Indonesia. Bahkan, sepertinya pemerintah menganggap pekerja Cina lebih prioritas daripada orang-orang Indonesia.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menyampaikan, serbuan pekerja Cina itu sudah masuk ke hampir seluruh wilayah Indonesia.

“Para pekerja asing asal Cina merangsek dan bekerja pada proyek-proyek pembangunan Pembangkit, Smelter dan Tambang,” ungkap Ferdinand, di Jakarta, (18/07/2016).

Kondisi ini, lanjut dia, sangat kontradiktif dan aneh, mengingat tingkat pengangguran di Indonesia yang sedang meningkat tinggi, namun kesempatan bekerja malah diberikan kepada pekerja-pekerja Cina.

“Pemerintah bukannya menyediakan lapangan kerja bagi penduduk lokal, malah memberikan kesempatan lapangan pekerjaan kepada asing, khususnya Cina,” ujarnya.

Hutang berkedok Investasi dari Cina, menurut Ferdinand, telah menjadi lahan subur dan lapangan kerja baru bagi buruh Cina. “Bukan untuk orang Indonesia loh,” katanya.

Hutang yang tercatat sebagai hutang bangsa, kata dia, dan akan dibayar melalui pajak yang dibayar oleh penduduk lokal atau rakyat Indonesia, ternyata tidak dinikmati oleh rakyat.

Dijelaskan Ferdinand, hutang itu dinikmati oleh Cina sendiri melalui pertumbuhan ekonominya oleh pemberi hutang (Cina) karena semua teknologi, material, peralatan dan bahkan buruhnya dibawa dari Cina.

“Kita sebagai yang akan bertanggung jawab akan hutang itu, hanya disuguhi tontonan kesibukan semata. Tontonan kesibukan para buruh yang tidak beradab, tidak punya etika, tidak mengerti bahasa Indonesia, jorok. Dan sedikit terhibur dengan suguhan tontonan sidak Menteri Tenaga Kerja kesebuah proyek di Kalimantan yang terbukti menjaring pekerja Cina tanpa dokumen resmi,” ujar Ferdinand.

Mengapa mereka bisa masuk tanpa dokumen? Mengapa mereka bisa bekerja tanpa ijin?

Dikatakan Ferdinand, setiap hari media sosial menyuguhkan foto-foto imigran tenaga kerja Cina di bandara, atau bahkan satu pesawat dengan Wakil Presiden menuju Sulawesi sebagaimana tulisan yang beredar di group diskusi WA.

Ada apa dengan bangsa ini? Apakah para pemimpin bangsa ini sudah kehilangan jiwa nasionalismenya? Menurut Ferdinand, kenyataan ini semakin membuat gelisah, ketika beredar berita bahwa pemerintah akan menanda tangani persetujuan migrasi orang Cina sebanyak 10 Juta orang ke Indonesia.

“Bangsa yang sesak dengan pengangguran ini, akan diserahkan lapangan kerjanya kepada tenaga kerja dari Cina?” kata dia.

Anehnya, lanjut dia, malah sebuah ironi besar yang semakin membesar ketika dalam satu pertemuan, Menkopolhukam malah menganggap biasa serbuan tenaga kerja tersebut.

Parahnya, kata Ferdinand, Menkopolhukam malah membandingkan tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang jutaan orang itu dengan pekerja Cina yang masuk ke Indonesia.

“Logika berpikir yang tidak sehat dan tidak normal, karena tenaga kerja kita di luar negeri adalah sangat berbeda dengan tenaga kerja Cina yang menyerbu bangsa ini. TKW/TKI kita menjadi tenaga kerja di negara lain karena di negara tersebut hampir tidak bisa menemukan orang yang mau melakukan pekerjaan seperti profesi yang dilakoni TKI/TKW kita,” ujar Ferdinand.

Tentu saja , kata Ferdinand, kondisi itu sangat berbeda dengan saat ini di Indonesia, karena buruh Indonesia adalah orang yang mau bekerja dan mampu bekerja seperti pekerjaan yang dilakukan buruh Cina tersebut.

“Apa tidak bisa dipahami oleh rejim ini? Lantas kenapa bangsa ini membiarkan rakyatnya cuma jadi penonton di tengah pesta meriah rejim ini?” ujar Ferdinand.

Hari demi hari, menurut Ferdinand, pemerintahan Jokowi ini semakin jauh dari cita rasa Indonesia asli, semakin jauh dari sikap nasionalisme, dan semakin jauh dari jiwa patriotisme.

Ditegaskan Ferdinand, kepentingan pengusaha telah mengalahkan kepentingan negara, dominasi kapitalisme dan jiwa neolib menaungi rejim ini, maka tidak heran dibawah rejim Jokowi bangsa ini semakin kehilangan Keindonesiaannya, kehilangan jati dirinya.

“Terakhir, jangan-jangan mereka tenaga kerja Cina itu bukan buruh, tapi tentara dan intelijen yang disusupkan dalam rangka invasi dan imperialisme Cina kepada Indonesia,” pungkas Ferdinand.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*