Breaking News

Sepakat, Buruh Kembali Akan Dirikan Partai Politik!

Muchtar Pakpahan

Tidak mendapat porsi dalam perjuangan kesejahteraan oleh pemerintah dan partai penguasa, buruh mengaku telah bersepakat mengkonsolidasikan kekuatan untuk segera membentuk partai politik alternatif untuk buruh.

Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Prof Dr Muchtar Pakpahan mengakui, upaya konsolidasi itu telah berlangsung hingga kini. Dengan melibatkan seluruh elemen buruh dan semua Konfederasi, Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang ada di Indonesia, niat untuk segera menyatukan kekuatan melalui pendirian sebuah partai politik sedang digagas buruh.

“Benar, rencana mendirikan partai buruh itu telah dikonsolidasikan,” ujar Muchtar Pakpahan di Jakarta, Jumat (04/03/2016).

Tokoh buruh senior itu mengatakan, untuk proses persiapan deklarasi masih dalam tahapan perbincangan semua elemen. “Masih dilakukan terus persiapan-persiapan dan dibicarakan bersama,” ujar Muchtar.

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos mengatakan, pemikiran untuk membangun kekuatan politk melalui parpol sudah sejak lama menjadi diskursus buruh.

“Sah-sah saja organisasi serikat pekerja dan serikat butuh untuk melahirkan partai politik. Yang terpenting adalah, bagaimana serikat buruh memang dikehendaki oleh kaum buruh dan rakyat Indonesia untuk berjuang bagi kepentingan rakyat,” ujar Nining.

Menurut Nining, ke depan memang diperlukan sebuah partai politik yang lahir dari kelas buruh itu sendiri. “Untuk kepentingan bangsa ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, menurut dia, parpol hanya dijadikan sebagai kendaraan politik oleh kepentingan tertentu saja. Pada faktanya, hingga hari ini, menurut Nining, nasib rakyat tidak mengalami perubahan kea rah yang lebih baik. Malah, lanjut dia, perlakuan yang semena-mena semakin menjadi-jadi dialami oleh buruh.

“Pembiaran atas perampasan hak-hak buruh masih terjadi. Kriminalisasi atas perjuangan kaum buruh dan rakyat juga semakin massif dilakukan oleh rezim hari ini, bahkan rasa keadilan itu kini semakin jauh dari mimpi masyarakat,” ujar dia.

Dia setuju jika sebuah partai politik yang berasal dari buruh berdiri dan tumbuh di Indonesia. Namun, Nining mengingatkan, agar partai itu nantinya tetap harus dipimpin oleh buruh itu sendiri guna memperjuangkan kepentingan buruh dan masyarakat kebanyakan.

“Yang terpenting, wadah ini dibangun benar-benar dan sungguh-sungguh dipimpin oleh kelas kaum buruh. Dan, benar-benar mengedepankan kepentingan rakyat untuk membebaskan rakyat dari ketertindasan dan eksploitasi sumber daya manusia dan eksploitasi sumber daya alam. Jadi, partai itu nantinya tidak hanya sekedar  wadah dan melahirkan pimpinan saja,” ujarnya.

Memang, untuk rencana pendirian parpol buruh yang baru ini, dikatakan Nining, DPP KASBI sendiri belum bersikap. Lantaran dalam hasil Kongres KASBI lalu, belum ada keputusan untuk bersama-sama membentuk partai buruh.

“Karena segala keputusan Kofederasi KASBI dikembalikan pada keputusan kolektif dari tingkat yang paling bawah dan tingkat yang paling atas, artinya, harus ada keputusan seluruh anggota dan pengurus,” ujarnya.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Mudhofir menyampaikan, idealnya buruh memang memiliki Partai sebagai kendaraan politik tersendiri. Namun, dalam kehidupan berserikat buruh dan atau berserikat pekerja, harus tetap dijaga supaya independen dan bukan bagian langsung dari partai politik buruh.

“Idealnya memang perlu kendaraan politik, tetapi serikat buruh tetap independen, tetap harus terus bergerak. Serikat buruh menjadi underbow partai politik,” ujar Mudhofir.

Dia juga mengingatkan agar partai buruh nantinya memiliki komitmen yang tegas dan jelas dan berdasarkan konsensus bersama.

“Partai politik itu sangat memerlukan komitmen, platform partai, dan yang terpenting adanya konsensus bersama, karena partai politik ujungnya adalah kekuasaan. Jadi sangat diperlukan komitmen yang kuat,” pungkas Mudhofir.

Akan tetapi, di internal KSBSI, menurut Mudhofir, belum ada keputusan apakah akan bergabung dengan Partai Buruh yang akan dibentuk itu.

“Secara organisasi, KSBSI belum memutuskan. Tetapi, KSBSI setuju adanya perahu partai politik dari buruh sendiri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan, telah dilakukan konsolidasi untuk mendirikan sebuah partai politik alternatif yang memperjuangkan nasib buruh Indonesia.

“Rencananya, kami buruh dari seluruh elemen buruh Indonesia akan menggagas sebuah partai politik alternatif yang memiliki visi perjuangan buruh untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Said Iqbal di dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI, di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Menurut Said Iqbal, komunikasi lintas organisasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh dan Federasi-Federasi Serikat buruh di Indonesia telah terjalin untuk berdirinya sebuah partai politik yang akan memperjuangkan nasib buruh.

“Bentuk partainya masih dalam pembahasan bersama, apakah bentuknya nanti partai politik buruh, atau partai yang berafiliasi kepada kekuatan yang sungguh mengakomodir dan memperjuangkan nasib buruh, itu masih dalam tahap pembahasan,” ujar Said Iqbal.

Sejauh ini, komunikasi lintas elemen buruh di Indonesia terkait rencana membuat parpol alternatif bagi buruh itu terus dimatangkan.

“KSPI, SBSI-nya Pak Muchtar Pakpahan, SBSI 92, KSPSI, KSBSI, serikat-serikat buruh dan pekerja se-tanah air sudah berkomunikasi, dan akan juga terus dilanjutkan dalam pertemuan-pertemuan untuk mematangkan perjuangan buruh lewat partai politik,” ujar Said Iqbal.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*