Breaking News

Seorang Warga Amerika Keturunan Afganistan Lakukan Penembakan Massal Di Orlando, 50 Orang Tewas

Pria ini melakukan penembakan massal di sebuah klub malam di Kota Orlando, Amerika Serikat. Sebanyak 50 orang dipastikan tewas.

Seorang pria Warga Negara Amerika Serikat, Omar Mateen melakukan penembakan massal di sebuah klub malam di kota Orlando pada Minggu dini hari. Kejadian itu menjadi sejarah paling mematikan dalam perjalanan Amerika Serikat.

Seperti yang diberitakan pada BBC, Senin (13/6/2016), dalam kejadian itu 50 orang tewas dan 53 orang lainnya mengalami luka-luka. Pelaku berhasil dilumpuhkan setelah Kepala Kepolisian Orlando, John Mina mengirimkan pasukan pada pukul 05:00 waktu setempat begitu mendapat laporan melalui pesan singkat dan panggilan telepon dari beberapa sandera.

Sebelum melakukan penembakan, Mateen dikabarkan terlebih dahulu menghubungi nomor darurat yang mengatakan kesetiannya kepada Kelompok Negara Islam (ISIS). Menurut para pejabat setempat, Federal Bureau of Investigation (FBI) sudah dua kali mewawancarai tersangka pada tahun 2013 dan 2014.

Investigasi yang dilakukan FBI terhadap Mateen tidak menunjukkan adanya tanda-tanda keterkaitannya terhadap ISIS dan kemudian menutup Investigasi mereka.

Mateen merupakan seorang warga negara Amerika Serikat keturunan Afghanistan yang lahir di New York dan tinggal di Florida.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengatakan, pembunuhan brutal terhadap puluhan orang tak bersalah sebagai pengingat tentang bagaimana mudahnya untuk memperoleh senjata mematikan di AS.

“Kita harus memutuskan Negara seperti apa yang kita inginkan. Kita harus memutuskannya, dan harus aktif melakukannya,” ujar Obama seperti yang diberitakan BBC.

Menurut ayah tersangka, Seddique Mateen, serangan yang dilakukan oleh anaknya itu tidak ada hubungannya dengan masalah Agama. Berdasarkan cerita ayah Mateen, tersangka melakukan pembantaian itu untuk meluapkan kemarahannya setelah ia melihat dua pria berciuman di pusat kota Miami baru-baru ini.

Keluarga Mateen juga tidak menyadari bahwa tersangka sudah mempunyai rencana untuk melakukan serangan tersebut. “Kami kaget seperti seluruh negara ini.” Ujarnya seperti yang dilansir dari BBC.

Mateen bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan swasta di mana sekitar tempat dia bekerja terdapat sebuah klub malam untuk anak-anak nakal. Pihak berwenang yakin dia secara khusus menargetkan penyerangan tersebut di tempat pekumpulan para lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Korban tewas dalam serangan Orlando ini melampaui tragedi pembantaian sebelumnya pada tahun 2007 di Virginia Tech, yang menewaskan 32 orang.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*