Breaking News

Selain Tak Mendaftarkan Karyawan ke BPJS, PT Long Teng Iron & Steel Juga Sembunyikan Puluhan TKA Ilegal Asal Cina

Pengurus SBSI bertemu dengan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Tangerang Dany di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Senin (6/2/2017).

Pemerintah didesak agar segera menangkap dan mengusir para tenaga kerja asing ilegal atau TKA Ilegal asal Cina yang masih disembunyikan di PT Long Teng Iron & Steel di daerah Pasar Kemis, Tangerang.

Selain bandel karena tak kunjung mendaftarkan sebanyak 600-an karyawannya sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), perusahaan peleburan logam itu pun menyembunyikan puluhan pekerja ilegal asal Cina.

Ketua Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI) di PT Long Teng Iron & Steel Siswoyo mengungkapkan, informasi mengenai adanya pekerja ilegal asing dari Cina yang bekerja dan disembunyikan di PT Long Teng Iron & Steel sudah beberapa kali juga disampaikan oleh SBSI ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang, namun tak juga ditindak.

“Bahkan selain kami laporkan, beberapa kali pejabat Disnakertrans datang ke pabrik, namun setelah itu diam saja, tidak ada tindakan. Padahal, para pekerja ilegal asal Cina itu disembunyikan, dan begitu petugas pergi barulah bekerja kembali,” ungkap Siswoyo, saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Pasar Kemis, Senin (6/2/2017).

Semua laporan yang disampaikan SBSI ke pejabat Disnakertrans Kabupaten Tangerang, menurut Siswoyo tidak pernah digubris. “Itu kami sampai hapal nama-nama mereka para para petugas Disnakertrans Kabupaten Tangerang itu sangking serinya Disnaker melakukan kunjungan,” ujar Siswoyo.

Paling tidak, lanjut Siswoyo ada sebanyak 20-an TKA Ilegal asal Cina yang tidak memiliki passpor dan visa untuk bekerja, serta tidak bisa berbahasa Indonesia. “Paling kalau ada petugas datang ke pabrik, mereka disuruh sembunyi dulu, nah setelah itu ya kembali bekerja seperti biasanya. Kucing-kucingan, dan petugas Disnakertrans kami lapori kejadian sebenarnya, eh malah dicuekin,” ujar Siswoyo.

Koordinator Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Korwil SBSI) Wilayah Provinsi Tangerang Banten, Nur Hamin membenarkan kejadian yang dialami oleh para buruh di PT Long Teng Iron & Steel tersebut. Menurutnya, perusahaan milik warga Negara Tiongkok tersebut tidak mematuhi peraturan Pemerintah Indonesia. Selain tidak mendaftarkan para buruhnya sebagai peserta BPJS (Kesehatan dan Ketenagakerjaan), perusahaan itu juga mempekerjakan buruh kasar ilegal asal Cina.

“Mereka berperilaku bagai di negaranya saja. Jadi teringat perkataan bahwa memang orang-orang Cina itu begitu, beberapa negara yang tergabung dalam Internasional Labour Organization (ILO) sudah mengatakan seperti itu, bahwa Tiongkok kan mesin pembunuh,” ujar pria yang akrab disapa Amin itu.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*