Breaking News

Sejak Februari 2015 Usut Kasus Pembobolan Dana Nasabah BTN, Maret 2017 Jaksa Jawa Timur Baru Terima SPDP

Sejak Februari 2015 Usut Kasus Pembobolan Dana Nasabah BTN, Maret 2017 Jaksa Jawa Timur Baru Terima SPDP.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur terima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan pembobolan dana milik nasabah Bank Tabungan Negara (BTN) cabang Banyuwangi sebesar 6 miliar rupiah dari penyidik Polres Banyuwangi.

 

Kepala Kejati Jawa Timur Maruli Hutagalung mengatakan, untuk kasus dugaan pembobolan dana nasabah BTN Kejati Jawa Timur telah menerima SPDP dari penyidik kepolisian. Kejati Jawa Timur akan melanjutkan ke tahap berikutnya.

 

“SPDP-nya sudah kami terima,” ujar Maruli saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Selasa (07/03/2017).

 

Tahap selanjutnya, pihak kejaksaan akan meneliti berkas yang dikirim dari pihak kepolisian tersebut apakah sudah memenuhi unsur formil dan materilnya.

 

“Jadi kita akan meneliti kembali berkas dari kepolisian. Apakah sudah memenuhi unsur formil dan materil,” ucapnya.

 

Seperti diketahui, kasus tersebut bermula saat oknum bagian marketing Bank BTN cabang Banyuwangi berinisial Fajar Aryo Wicaksono atau FAW  (28) menguras uang deposito milik nasabah bank plat merah tersebut.

 

Tersangka FAW sudah ditahan oleh pihak Polres setelah sempat melarikan diri dan ditangkap di wilayah Kalipuro.

 

Kasusnya terungkap setelah nasabah bernama Purwanto dan Rindar melaporkan uangnya yang tidak kunjung cair ke BTN pada Februari 2015.

 

Purwanto mendepositokan uangnya melalui transfer bank real time gross settlement (RTGS) dari BRI ke BTN dengan jatuh tempo 21 Februari 2017. Namun sampai batas waktu yang ditentukan, dana tersebut tidak dicairkan hingga akhirnya bertanya ke tersangka FAW.

 

FAW sendiri mengaku terjadi masalah elektronik di bank tempat bekerjanya, dan tidak lama kemudian masuk dana 5 miliar rupiah ke rekening Purwanto. Ternyata uang itu milik nasabah lainnya bernama Rindar. Rindar pun melaporkan ke pihak kepolisian atas kejadian itu.

 

Rindar melaporkan ke kepolisian cek miliknya senilai 5 miliar rupiah digelapkan oleh FAW. Setelah diusut, cek senilai 5 miliar rupiah milik Rindar itu dicairkan kemudian ditransferkan ke rekening Purwanto.

 

Akhirnya diketahui bahwa uang milik Purwanto sudah dihabiskan oleh tersangka FAW. Sebelumnya, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono menyatakan aparat penegak hukum harus mengusut tuntas adanya pembobolan uang nasabah Bank BTN di Banyuwangi senilai 6 miliar rupiah oleh bagian marketing bank tersebut.

 

“Ini suatu keanehan marketing memiliki password, tidak mungkin dia lakukan sendiri. Artinya, pasti ada aktor intelektualnya,” ujarnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*