Breaking News

Sedang Didalami, JAM Pidsus Janjikan Ada Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Pensiun PT Pertamina

Sedang Didalami, JAM Pidsus Janjikan Ada Tersangka Baru Pada Kasus Korupsi Dana Pensiun PT Pertamina.

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) tengah mendalami keterlibatan pengelola saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI) dalam dugaan korupsi Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) dengan kerugian negara senilai 599 miliar rupiah.

 

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung, Arminsyah mengatakan, nanti setelah memperoleh hasil dari pendalaman, maka akan ditetapkan tersangka baru dalam kasus ini.

 

“Sedang kita dalami. Pasti ada tersangka barunya,” kata Arminsyah di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (08/08/2017).

 

Terkait kasus ini, mantan Presiden Direktur (Presdir) Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) 2013-2015, Muhammad Helmi Kamal Lubis akan segera disidangkan setelah pelimpahan tahap dua barang bukti dan tersangka dari Kejagung kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus).

 

Helmi disangkakan telah melakukan dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun yang merugikan keuangan negara sebesar 599 miliar rupiah berdasarkan audit BPK.

 

Mantan Presdir Dana Pensiun PT Pertamina itu didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 11, Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 12 B, jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Saat ini, tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 15 Juni 2017 sampai dengan 4 Juli 2017.

 

Kasus ini bermula pada 22 Desember 2014 sampai dengan bulan April 2015 bertempat di Kantor Dana Pensiun Pertamina di Jalan  MI Ridwan Rais 7A Jakarta Pusat. Tersangka “MHKL” selaku Presdir Dana Pensiun PT Pertamina, telah melakukan penempatan investasi dengan pembelian saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI) dengan total sejumlah 2.004.843.140 lembar tanpa melakukan kajian, tidak mengikuti Prosedur Transaksi Pembelian dan Penjualan Saham sebagaimana ditentukan dalam Keputusan Presiden Direktur Dana Pensiun PT Pertamina serta tanpa persetujuan dari Direktur Keuangan dan Investasi sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Presiden Direktur Dana Pensiun PT Pertamina.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*