Breaking News

Sebanyak 64 Persen Usia Produktif Akan Kuasai Dunia di Tahun 2035, Bagaimana Dengan Indonesia?

Sebanyak 64 Persen Usia Produktif Akan Kuasai Dunia di Tahun 2035, Bagaimana Dengan Indonesia?

Indonesia perlu mengantisipasi dan menanggulangi persoalan pengangguran dan ketersediaan lapangan pekerjaan bagi para pemudanya. Diprediksi, pada tahun 2035, sebanyak 64 persen usia produktiflah yang akan menguasai dunia.

 

Asisten Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Iman Taqwa (Asdep Iptek dan Imtaq) Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Esa Sukmawijaya menyampaikan, para pemuda dari lintas sektor Kementerian  perlu melakukan kerjasama sesuai Peraturan Presiden (Perpres), dengan meningkatkan indikator dan partisipasi pemuda.

 

“Pemuda itu lintas sektor kementerian perlu kerjasama sesuai Perpres.  Indikator kepemudaan diantaranya, tingkat partisipasi keagamaan pemuda, tingkat minat baca pemuda, penanganan tingkat pengangguran pemuda. Ini semua harus ditangani,” tutur Esa Sukmawijaya, Rabu (07/02/2018).

 

Esa mengatakan, dalam rangka pertemuan The Economic and Social Council (ECOSOC) 2018, Menteri Puda dan Olahraga Imam Nahrowi pun telah menyampaikan bahwa peran serta dan pencapaian pemuda di 2030 menjadi fokus yang harus dipersiapkan.

 

Menurut Esa, baru kali ini dalam sejarah Kementerian Pemuda dan Olah Raga Indonesia, seorang Menpora seperti  Imam Nahrawi, begitu concren di pertemuan ECOSOC 2018.

 

Dalam pertemuan yang mengangkat tema “The Role of Youth in Poverty Eradication and Promoting Prosperity in A Changing World” berlangsung tanggal 30- 31 Januari 2018 di New York, Amerika Serikat.

 

“Forum dimana dunia melihat pencapaian bidang pemuda dalam mencapai MDGS 2030. Ini menunjukkan perhatian yang besar Menpora bagi target dunia itu,” ujar Esa.

 

Menpora Imam Nahrawi memaparkan, bonus demografi menjadi windows of opportunity atau peluang yang sangat strategis bagi Indonesia, dalam melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan.

 

“Rasio usia produktif di atas 64% sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. Ini adalah rasio usia produktif terbaik yang akan mulai dinikmati oleh Indonesia pada tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035,” ujar Menpora.

 

Imam Nahrowi melanjutkan, dari sisi Pemerintah, dia berkomitmen untuk menjadi salah satu negara perintis yang menjadi panutan dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs).

 

Menurut dia, Indonesia telah mengarusutamakan kerangka kerja SDGs ke dalam rencana pembangunan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan SDGs.

 

“Dengan adanya Peraturan Presiden ini, telah ada mekanisme formal keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, seperti sektor bisnis, organisasi filantropi, akademisi, media, dan organisasi masyarakat sipil, termasuk pemuda dalam melaksanakan SDG’s di tingkat nasional dan lokal,” ujar Menpora.

 

Indeks ini, lanjut Imam Nahrowi,  dikembangkan bekerjasama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Statistik Indonesia, dan United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia.

 

Kerangka ini, lanjut Menpora, dikembangkan agar sesuai dengan SDG, prioritas kebijakan pemuda Indonesia, dan konstruksi indeks pembangunan pemuda yang disepakati secara global.

 

“Youth Development Index atau YDI Indonesia atau Indeks Pembangunan Pemuda Indonesia berfokus pada lima domain, yakni Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Ketenagakerjaan dan Kesempatan, Partisipasi dan Kepemimpinan, dan Gender dan Diskriminasi,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan, Presiden juga telah meluncurkan Peraturan Presiden Nomor  66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Lintas Sektoral Strategis untuk Pelayanan Pemuda, sebagai sarana legal untuk memberikan layanan kepemudaan kepada pemangku kepentingan yang berbeda.

 

“Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 juga mengamanatkan pemerintah untuk mengembangkan Indeks Pembangunan Pemuda Indonesia  atau YDI untuk mengevaluasi kemajuan dan pencapaian pembangunan pemuda,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*