Breaking News

Satu Orang WNI Yang Disandera Separatis Abu Sayyaf Berhasil Melarikan Diri

Satu WNI berhasil melarikan diri dari Kelompok Separatis Abu Sayyaf di Filipina Selatan.

Salah satu dari 11 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera Kelompok Abu Sayyaf berhasil meloloskan diri.

 

Sandera bernama Mohammad Sayfan diduga melarikan diri dari kelompok tersebut setelah diancam akan dipenggal.

 

Seperti dilansir dari Inquirer, Rabu (17/8/2016), Jurubicara Militer Filipina, Mayor Jenderal Filemon Tan mengatakan, Sayfan melarikan diri dari daerah mangrove di Provinsi Sulu, Filipina Selatan.

 

Dalam pelariannya, diduga ia terjerat pada salah satu jaring nelayan yang kemudian ia diselamatkan oleh warga lepas pantai Barangay Bual di Kota Luuk.

 

Sayfan merupakan salah satu dari tujuh Anak Buah Kapal (ABK) Tunda TB Charles yang diculik oleh Kelompok Abu Sayyaf pada bulan Juli lalu. Sementara keenam temannya masih tertinggal di sebuah pulau di Filipina Selatan bersama dengan kelompok separatis tersebut.

 

“Korban melarikan diri ketika para penculiknya menyatakan bahwa mereka akan memenggal kepala dia. Kami diberitahu bahwa  ia berhasil melarikan diri dengan berjalan dan berenang ke laut,”kata Mayor Filemon Tan.

 

Setelah Sayfan yang ditemukan terperangkap disalah satu jaring nelayan, dia dibawa kekantor polisi terdekat. Selanjutnya ia akan dibawa ke kantor Polisi Provinsi Sulu untuk untuk didata sebelum diserahkan ke Pemerintah Indonesia.

 

Enam belas sandera lainnya, termasuk sembilan diantaranya merupakan Warga Negara Indonesia, masih berada ditangan oleh kelompok ekstrimis kekerasan yang berbasis di Filipina Selatan tersebut.

 

Sebelumnya, Indonesia, Malaysia dan Filipina telah sepakat untuk melakukan patroli terkoordinasi untuk menggagalkan serangkain penculikan dan pembajakan yang kerap terjadi di wilayah perbatasan antar ketiga Negara tersebut.

 

Sebanyak 24 WNI behasil disandera oleh Abu Sayyaf dalam tahun ini. Kemudian 14 dari 24 sandera behasil dibebaskan setelah uang tebusan dikabarkan dibayar oleh pemerintah Indonesia.

 

Selain WNI, lima Warga Negara (WN) Malaysia, satu WN Norwegia,satu WN Belanda, dan sedikitnya lima orang WN Filipina juga ditahan oleh kelompok tersebut.

 

Kelompok Abu Sayyaf dikabarkan kerap melakukan penculikan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang kemudian meminta uang tebusan kepada keluarga korban. Kelompok tersebut juga tidak segan-segan memenggal sanderanya jika uang tebusan yang diminta oleh kelompok abu sayyaf tidak diberikan.(Nando Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*