Breaking News

Satgas Tinombala Kembali Baku Tembak Dengan Teroris Kelompok Santoso

Teroris DPO

Aparat gabungan TNI-Polri yang dikenal sebagai Satuan Tugas (Satgas) Operasi Penuntasan Terorisme Tinombala, kembali mendapat perlawanan dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Anggota Satgas Tinombala itu melakukan perburuan mendapat perlawanan dari kelompok teroris Santoso.

Aparat gabungan saat masih menyusuri area lokasi tempat terjadinya pertempuran untuk mencari tahu apakan ada dari kelompok santoso yang tertembak.

“Tadi malam dilaporkan terjadi baku tembak antara angota TNI-Polri dengan kelompok Santoso. Kita masih telusuri di lapangan apakah mereka ada yang kena,” ucap Jenderal Badrodin Haiti, Sabtu (16/4/2016).

Dalam pertempuran tersebut, aparat gabungan berhasil menangkap dua anggota Santoso yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang  (DPO).

“Telah ditangkap dua DPO kelompok Santoso di sekitar Poso Pesisir, kemarin,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Agus Rianto di Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Selain itu aparat juga mendapatkan senjata tajam, alat peledak, satu senter, dua charger telepon seluler, satu baterai merek ABC, dan satu tas ransel.

“Barang buktinya yaitu bom lontong, sebotol spirtus, rantang yang berisi bubuk putih yang diduga bahan peledak, dua pisau kecil, sebuah parang, senter, charger nokia, dan baterai,” urai Agus.

Sebelumya, Badrodin mengatakan, anggota satgas Tinombala terus melakukan pengejaran terhadap kelompok santoso. Namu, beratnya medan menyulitkan  aparat gabungan untuk menangkapan kelompok teroris paling diburu di Poso tersebut.

“Anggota terus melakukan penyekatan dan pengejaran. Semoga segera tertangkap semua. Hambatannya ya medan yang susah karena hutannya lebat,” kata Badrodin usai kunjungan ke Poso, Jumat (15/4).

Dalam pengejaran tersebut, lebih dari dua ribu aparat gabungan TNI-Polri yang melakukan perburuan tersebut dan berhasil menangkap dua orang Kelompok Santoso.

Kedua DPO yang tertangkap tersebut berinisial  IB alias AM alias ID (21), yang bergabung dengan kelompok MIT pada sejak 2013 lalu. Kemudian SH alias Faqih (19) yang bergabung pada tahun 2015lalu.

saat ini kelompok Santoso diperkirakan bersembunyi di wilayah Lembah Napu yang meliputi Kecamatan Lore Utara, Lore Timur, Lore Piore, dan Lore Tengah, Poso, Sulawesi Tengah.

Setelah tertangkapnya dua orang anak buah Santoso, kini jumlah  anggota kelompok MIT tersebut hanya bejumlah 27 orang.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*