Breaking News

Sandera Warga Filipina Dibebaskan, Flor Menyaksikan Kebiadaban Abu Sayyaf

Marites Flor, wanita Filipina yang selama ini ditahan Kelompok bersenjata Abu Sayyaf akhirnya dibebaskan.

Marites Flor, wanita Filipina yang selama ini ditahan Kelompok bersenjata Abu Sayyaf akhirnya dibebaskan. Dia dibebaskan di Sulu, Filipina Selatan pada Jumat (24/6/2016) pagi waktu setempat.

Seperti yang dilansir dari GULF NEWS, setelah ditahan selama sembilan bulan bersama tiga orang temannya, akhirnya Abu Sayyaf membebaskan Marites Flor.

Setelah dibebaskan, Flor langsung dijemput menggunakan pesawat pribadi dan dibawa ke selatan kota Davao, Filipina, untuk bertemu Presiden mereka yang baru terpilih, Rodrigo Duterte.

Menurut salah seorang pejabat setempat, Jesus Dureza, mereka berhasil melakukan negosiasi dengan kelompok bersenjata Abu Sayyaf dengan mengatas namakan Presiden Filipina. Dureza menegaskan, tidak ada uang tebusan yang diberikan kepada Kelompok Abu Sayyaf untuk membebaskan Marites Flor.

“Dia mengatakan kepada saya, penculiknya membangunkannya saat fajar dan memerintahkan dia untuk berkemas. Anda akan pulang,” ucap Mr Dureza.

Selain itu, salah satu temannya, Kjartan Sekkingstad seorang WN Norwega, sampai saat ini belum diketahui keadaannya. Sebelumnya dua dari sandera sudah dieksekusi mati oleh kelompok bersenjata tersebut karena uang tebusan tidak dibayarkan.

Flor juga menceritakan bagaimana mereka diperlakukan selama menjadi tawanan kelompok bersenjata tersebut. Selama menjadi tawanan bersama dengan ketiga temannyan, mereka diperlakukan seperti binatang.

Ia juga sangat sedih mengingat kedua temannya John Ridsdel and Robert Hall ,Warga Negara Kanada yang sudah dieksekusi mati oleh kelompok tersebut. Robert Hall merupakan tunangan dari Marites Flor.

“Ini sangat menyakitkan, karena saya melihat mereka saat sebelum mereka dipenggal,” kata Flor sambil menangis.

Menurutnya, setelah para teroris selesai memenggal kedua temannya, ia melihat para kelompok taliban tersebut tertawa sangat senang. “Mereka sedang menonton dan mereka senang,” ucapnya.

Setiap hari mereka selalu dikelilingi ratusan orang bersenjata yang selalu mengawasi mereka. “Seratus orang bersenjata di sekitar kami sepanjang waktu, mengawasi kita dan berbicara dengan kami seperti anak-anak,” katanya.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*