Breaking News

Revolusi Bisnis Berbasis Internet, Pelaku Industri Perlu Melek Internet; APJII Gelar International Internet Expo and Summit, ‘Internet Based Service in Hospitality Market’

Revolusi Bisnis Berbasis Internet, Pelaku Industri Perlu Melek Internet; APJII Gelar International Internet Expo and Summit, ‘Internet Based Service in Hospitality Market’.

Para pelaku bisnis diajak untuk melek internet. Tujuannya, agar internet bisa dipergunakan secara online dalam membangun bisnis.

 

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza, menyampaikan, kemajuan teknologi internet semakin memudahkan kehidupan. Tidak hanya untuk berbagi informasi, internet juga mulai digunakan untuk keperluan industri karena berbagai layanan untuk konsumen kini mulai lebih terkoneksi dengan Internet, atau akrab disebut Internet of Thing (IoT).

 

Dia memaparkan, industri hospitality, termasuk didalamnya hotel dan travel, kini makin memantapkan diri memperluas penggunaan teknologi internet dalam berbagai aspek bisnisnya, mulai dari sistem booking kamar hotel, database konsumen (big data), hingga sistem “smart room” yang memudahkan pengguna kamar mengontrol berbagai fasilitas di kamarnya dengan perangkat layar sentuh.

 

“Kami berharap bisa menghubungkan dunia internet dengan industri hospitality,” tutur Jamalul Izza, dalam siaran persnya, kemarin.

 

Jamal juga menyampaikan, dengan makin besarnya peran Internet dan sektor Teknologi Informasi (IT) dalam aplikasi di industri hospitality, maka Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), berinisiatif menggelar pameran tahunan International Internet Expo and Summit (IIXS) dengan tema “Internet Based Service in Hospitality Market (Penggunaan Internet di Industri Hospitality)”, yang akan diadakan tanggal 23 – 25 November 2017 dan bertempat di Jakarta Convention Center di Jakarta.

 

“Pada Pameran International Internet Expo and Summit (IIXS) tahun ini, kami mengambil tema Internet Based Service in Hospitality Market,” ujarnya.

 

APJII, yang memiliki memiliki 380 anggota dari perusahaan penyedia layanan internet di seluruh Indonesia. Tahun ini adalah tahun kedua IIXS diselenggarakan. Keunikan dari perhelatan akbar pada tahun ini adalah APJII menghubungkan langsung pelaku di kedua industri karena pada saat yang bersamaan di tempat yang sama juga diadakan pameran dan konferensi berbasis business-to-business (B2B) “The Hotel Week Indonesia”, yang merupakan sebuah pameran dan eksibisi dibidang hotel dan pariwisata yang hadir dengan konsep “One-stop Global Resourse Hotel & Hospitality” yang didukung oleh berbagai asosiasi perhotelan di Indonesia, menghadirkan acara “The Hotel Week Indonesia”.

 

Acara IIXS ini juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementrian Perindustrian.

 

Menurut Jamal, kebutuhan industri hospitality akan jasa layanan internet semakin besar, mulai dari sistim pendaftaran pengunjung hotel (booking system), cloud service, hingga berbagai layanan didalam kamar seperti Internet Protocol Television (IPTV) yang bisa menyediakan layanan multimedia TV yang lebih interaktif sehingga pengguna bisa melakukan komunikasi timbal-balik secara real time melalui pesawat televisi setelah terhubung dengan sebuah penyedia content melalui internet.

 

Ketua Umum Jakarta Hotel Association (JHA) Alexander Nayoan menyampaikan, kini banyak pengelola hotel semakin mengandalkan pemesanan kamar lewat untuk para tamu melalui internet (online booking).

 

“Kami di dunia hotel itu sekarang memaksa orang membooking lewat internet,” ujarnya.

 

Alex juga menjelaskan, hal tersebut akan menghemat biaya operasional hotel, sehingga hotel operator bisa memfokuskan layanan keramah tamahannya. Assosiasi yang dipimpinnya kini mempunyai anggota yang terdiri dari lebih dari 40 hotel berbintang tiga, empat sampai lima di Jakarta.

 

Booking ke internet itu kan juga ada yang melalui travel agent. Peningkatannya dahsyat sekali. Bahkan sekarang ada hotel-hotel yang 100 persen mengandalkan internet booking, terutama hotel kecil,” kata Alex.

 

Menurut dia, penggunaan online booking telah mencapai rata-rata diatas 65 persen saat ini. “Dalam waktu tidak terlalu lama lagi, akan mencapai 100 persen. Di luar negeri, melalui kecanggihan teknologi pemesanan kamar bisa terkoneksi dengan jasa layanan publik, misalnya transportasi, seperti pesawat dan bis,” ujarnya.

 

Ketua Umum Hotel Information Technology Associatioan (HITA) Albertus GP memperkirakan industri hospitality akan semakin banyak menggunakan jasa layanan “big data” yang bisa membaca perilaku konsumen melalui penggunaan Internet dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Penggunaan Internet untuk industri hospitality sudah bisa dipastikan akan semakin besar, mulai dari big data, cloud system, command center, online booking sampai smart rooms, yang bisa menghubungkan sensor elektrik untuk fasilitas di hotel seperti Air Conditioner sampai lampu. Akan tetap pertanyaanya adalah di investasi. Mungkin penggunaan IT dan Internet bisa membuat pengeluaran makin efisien, akan tetapi pemilik hotel tentu perlu menambah investasinya. Nah disini perlunya pengenalan lebih luas akan manfaat Internet dan IT kepada pelaku di industri hospitality,” ujar Albertus.

 

Henry, pemilik CNG Media & Events, even organizer yang mengadakan IIXS dan The Hotel Week, mengatakan dalam kedua event ini akan diadakan berbagai panel diskusi dengan beberapa tema diantaranya “Masa Depan Industri Perhotelan Indonesia”, “Hybrid Hotel Investment”, sampai dengan “Peranan Digitalisasi dan Internet di Industri Perhotelan”.

 

Ratusan eksibitor dari sisi perhotelan diperkirakan akan meramaikan acara yang didukung oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar), Kementrian Perindustrian, Kementrian Perdagangan dan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

 

Berbagai asosiasi terkait industri perhotelan turut pula meramaikan dan memberikan dukukan untuk The Hotel Week. Diantaranya adalah Jakarta Hotel Association, Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), the International Hotel & Restaurant Association (IHRA), Bali Hotels Associations, Inodnesia Hotel Engineers Associations (ASATHI), Indonesian Housekeepers Association, Hotel Information Technology Association (HITA) dan Hotel Front Liners Association.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*