Breaking News

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Dede Rosyada: Terorisme Merebak Karena Kemenag Tidak Terapkan Pendidikan Inklusif

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Dede Rosyada: Terorisme Merebak Karena Kemenag Tidak Terapkan Pendidikan Inklusif.

Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Dede Rosyada mengaku sedih dengan tercabik-cabiknya kemanusiaan di Indonesia.

Seraya mengucapkan turut berduka cita dan simpati yang mendalam terhadap korban dan keluarga korban yang meninggal, luka-luka dan trauma akibat aksi kejahatan para pelaku teror, Dede Rosyada mengatakan, serangkaian aksi terorisme adalah tindakan terkutuk yang merusak tatanan kebangsaan dan keindonesiaan.

Bagi Dede, tindakan yang membunuh dan mencabik-cabik rasa kemanusiaan seperti itu, tidak terlepas dari dunia pendidikan Indonesia yang sudah banyak disusupi faham yang tak menghargai kemanusiaan.

Bagi Sang Rektor, peran Kementerian Agama sangat diperlukan untuk menciptakan pendidikan yang inklusif.

Dia pun mendorong Kemenag memaksimalkan fungsi dan peranan para penyuluh di berbagai daerah untuk memberikan penerangan tentang toleransi.

“Kementerian agama juga harus mendorong sikap keagamaan yang inklusif guna menekan radikalisme yang bermuara pada kristalisasi terorisme,” tutur Dede Rosyada, Jumat (18/05/2018).

Dia yakin, jika Kemenag memperkuat fungsi pendidikan inklusif, maka segala faham radikal dapat ditangkal.

Karena itu, Dede pun mendorong Kementerian yang kini dipimpin Lukman Hakim Saifuddin itu memperkuat fungsi dan perannya dalam menangkal sebaran ideologi radikal dan terorisme.

“Melalui penerapan kurikulum yang inklusif di lingkungan madrasah, perguruan tinggi keagamaan, dan lembaga-lembaga keagamaan di masyarakat,” tutur Dede.

Dia sendiri menyatakan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkomitmen mengembangkan pendidikan yang inklusif dan mengembangkan toleransi di lingkungan kampusnya.

“Itu sesuai dengan visi Islam Rahmatan lil ‘Alamin,” katanya.

Dede menegaskan, terorisme, baik dalam sikap maupun tindakan, bukan bagian dari ajaran agama manapun.

“Sebab semua agama mengajarkan penghormatan dan pemuliaan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Dalam kekalutan Indonesia, Dede pun mendukung pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap seluruh aksi terorisme.

“Termasuk mengambil langkah sistematis, terstruktur, dan massif guna mencegah persebaran ideologi terorisme,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*