Breaking News

Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Menteri Siti Nurbaya Gandeng Pemprov Jawa Barat

Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Menteri Siti Nurbaya Gandeng Pemprov Jawa Barat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melakukan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

 

Menteri KLHK Siti Nurbaya menyampaikan, sebagaimana arahan Presiden RI dan Wakil Presiden RI, agar dilakukan penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) pasca bencana banjir di Kabupaten Garut bulan September 2016 lalu,

 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemerintah Daerah mengadakan kegiatan pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta pembuatan bangunan Konservasi Tanah dan Air (KTA) di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 22 November 2017.

 

Rehabilitasi Hutan dan Lahan dilaksanakan dengan melakukan penanaman pohon secara konvensional (Reboisasi Konvensional), penebaran benih melalui udara (Aerial Seeding), dan hutan rakyat agroforestry. Sedangkan pembuatan bangunan KTA dilaksanakan dengan membangun 3 (tiga) jenis bangunan KTA, yakni Dam Penahan, Gully Plug, dan Sumur Resapan.

 

Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dan para pihak terkait di daerah, seperti Pemerintah provinsi baik Provinsi Jawa Barat maupun Nusa Tenggara Barat, Perum Perhutani, TNI, dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

 

Kegiatan yang dilasakan dengan tema “Launching RHL Pasca Bencana” dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Bupati Garut, Perwakilan dari Kodam III Siliwangi dan Polri serta 500 masyarakat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah konsisten melakukan rehabilitasi lingkungan, hutan dan lahan di Jawa Barat.

 

Ia mengatakan, Jawa Barat dapat menjadi contoh yang baik dalam melakukan rehabilitasi pasca terjadinya bencana banjir bandang.

 

“Jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten, serta masyarakat telah berjuang luar biasa untuk kegiatan rehabilitasi. Kita sadari kegiatan rehabilitasi yang dilakukan bermanfaat untuk menahan erosi, run off, dan banjir,” kata Menteri Siti Nurbaya.

 

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mizwar menjelaskan pentingnya air dan DAS Cimanuk bagi Jawa Barat. DAS Cimanuk seluas 363.632,71 ha yang meliputi wilayah administrasi Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, menjadi pemasok air waduk Jati Gede, dan mengairi 90.000 ha lahan pertanian.

 

“Kita harus menjaga DAS Cimanuk, jangan sampai kejadian banjir tahun lalu berulang,” ucap Dedi Mizwar.

 

Untuk menjaga kualitas sungai, Pemprov Jawa Barat telah mencanangkan gerakan 5T, yang merupakan Tidak menebang pohon di hulu sungai; Tidak menggunduli hutan, Tidak membuang limbah industri ke sungai; Tidak membuang limbah ternak; Tidak membuang limbah rumah tangga; dan Tidak membuang sampah apapun ke sungai.

 

Rehabilitasi hutan dan lahan menjadi salah satu kebijakan nasional yang sangat relevan untuk menjawab tantangan yang dihadapi daerah-daerah terkait dengan semakin terdegradasinya lingkungan, yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor.

 

Saat ini KLHK tengah menggiatkan kampanye tanam 25 pohon. Kampanye ini menganjurkan satu orang untuk menanam minimal 25 pohon selama hidupnya. Jika hal ini dilakukan 250 juta masyarakat Indonesia, maka permasalahan lahan kritis di Indonesia akan dapat terselesaikan dengan cepat.

 

 

“Ketika pohon terakhir telah ditebang, ketika ikan terakhir telah ditangkap, ketika sungai terakhir telah tercemar, kita akan sadar bahwa uang tidak dapat dimakan,” pungkas Menteri Siti Nurbaya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*