Breaking News

Raib, Dana Nasabah Dari Bank BTN Kok Bisa Pindah Ke Bank Mandiri, Pengelolaan Bank Pelat Merah Harus Diusut

Raib, Dana Nasabah Dari Bank BTN Kok Bisa Pindah Ke Bank Mandiri, Pengelolaan Bank Pelat Merah Harus Diusut.

Pembobolan dana dan rekening nasabah di Bank BTN yang berpindah ke Bank Mandiri diminta segera diusut tuntas.

Kedua bank pelat merah itu diduga telah bersekongkol dan menyebabkan kerugian yang tidak kecil bagi nasabah.

Bayangkan, dana nasabah di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) raib. Hingga saat ini belum jelas pertanggungjawabannya.

Sungguh aneh, jika bank plat merah sekelas Bank Tabungan Negara (BTN) yang harusnya memegang teguh prinsip kehati-hatian, justru tidak profesional menjaga dana nasabahnya.

Tidak tanggung-tanggung, dana nasabah yang raib sebesar Rp 255 miliar, dari empat korporasi yang dirugikan, yaitu PT Surya Artha Nusantara (SAN) Finance, PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia, Asuransi Umum Mega, dan Global Index Investindo, tidak juga ditanggungjawabi oleh BTN.

Kuasa Hukum PT Surya Artha Nusantara (SAN) Finance, TM Mangunsong mengatakan, bagaimanapun Bank BTN harus bertanggungjawab atas raibnya dana kliennya.

“Dana PT SANF yang disimpan di Bank BTN mengalir ke Bank Mandiri atas nama PT GIU. Ini bukan permasalahan klien saya saja, tapi menyangkut kepentingan yang lebih luas, kepentingan bangsa dan negara,” tutur TM Mangunsong, saat menggelar jumpa pers, di DBollywood Cafe, Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/08/2017).

Sebagai kuasa hukum PT SANF, yang dirugikan oleh pihak Bank BTN, TM. Mangungsong menduga adanya penggelapan dan pencucian uang yang dilakukan oleh pihak Bank BTN.

Menurut Mangunsong, dana klien PT Surya Artha Nusantara Finance (PT SANF) yang ditempatkan di Rekening Giro Plus pada tanggal 29 September 2016, dapat dibobol sehari kemudian dari neraca keuangan Kantor Kas Bank BTN Pusat dengan instrumen yang tidak benar.

“Cek dan atau giro baru diterima nasabah yang baru membuka rekening setelah 2 atau 3 hari terhitung dari tanggal pembukaan rekening. Sementara dana PT SANF yang ada pada rekening Giro Plus di Bank BTN dibobol satu hari setelah pembukaan sekening dengan menggunakan cek dan atau bilyet giro atas rekening tersebut,” ungkap dia.

Dengan peristiwa ini, Mangungsong menduga lemahnya sistem, tatakelola dan pengawasan di tubuh Bank BTN ini sebagai manajemen ugal-ugalan yang yang tidak sesuai dengan Standart Operational Procedure (SOP) dan berdampak sangat serius terhadap negara ke depan.

“Oleh karena itu, kami berharap pemerintah memberi perhatian serius terhadap kasus ini untuk tegaknya keadilan dan hukum,” ujar Mangunsong.

Senada dengan Mangungsong, Kartika dari Kartika Associate Law Firm yang juga hadir bersama dalam konferensi pers tersebut menyayangkan buruknya sistem perbankan pelat merah. Selaku kuasa hukum PT GIU, yang bergerak di bidang kayu olahan dan merupakan nasabah pada bank Mandiri, Kartika mengkonfrontir peristiwa ini ke pihak Bank Mandiri untuk meminta pertanggung-jawaban secara hukum.

Karena munculnya dana siluman yang sama sekali tidak diketahui oleh kliennya itu menyebabkan persoalan hukum bagi kliennya atas laporan pihak Bank BTN dengan tuduhan dugaan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud pasal 32 ayat (1) jo pasal 48 ayat (1) UU RI nomor 11 tahun 2008.

Dijelaskan Kartika, pada tanggal 30 September  2016, terdapat transferan RTGS dari Rekening Bank BTN, cek bilyet giro ke Rekening saudara  ST, selaku Direktur PT. GIU sebesar Rp.23 miliar dari rekening atas nama PT SANF.

“Pada tanggal 15 November 2016 berdasarkan mutasi rekening atas nama PT GIU, terjadi transaksi uang masuk sebesar Rp10 miliar dari rekening atas nama PT SANF yang tidak diketahui dan dikenal oleh PT GIU,” ungkap Kartika.

Kartika menduga adanya upaya penggelapan dan pencucian uang terkait aliran dana oleh oknum tertentu dengan menggunakan perangkat dua perbankan nasional dengan memainkan dana PT SANF yang disimpan di Bank BTN dan dialirkan ke Bank Mandiri atas nama ST, yakni Direktur PT GIU.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*