Breaking News

Proses Pailit Koperasi BMT CSI untuk Kembalikan Hak Anggota

Proses Pailit Koperasi BMT CSI untuk Kembalikan Hak Anggota.

Kasus Investasi ilegal yang dilakukan PT Cakrabuana Sukses Indonesia (PT CSI) melalui Koperasi BMT CSI yang berkedudukan di Cirebon, Jawa Barat, memasuki babak baru.

 

Para korban melalui kuasa hukumnya, Bob Hasan and Partners telah mengajukan permohonan Pailit terhadap Koperasi BMT CSI dan Mohammada Yahya di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Sidang perdana telah digelar Senin (20/3/2017).

 

Kuasa Hukum para korban investasi bodong Koperasi BMT CSI, Aitin, menjelaskan permohonan pailit dilakukan karena pihak Koperasi BMT tidak memiliki itikad baik untuk memenuhi kewajibannya kepada para anggota koperasi berupa pembayaran bunga dan pengembalian simpanan anggota.

 

“Proses Kepailitan bertujuan agar hak-hak para korban Investasi ilegal yang dilakukan PT Cakrabuana Sukses Indonesia (PT. CSI) dapat dikembalikan, dan tentunya sita umum tersebut untuk dibagikan kepada para korban sehingga hak-hak anggota dapat dengan sendirinya kembali,” tuturnya kepada redaksi, Rabu (22/3) di Jakarta.

 

Menurut Aitin, Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang (PKPU) yang diajukan pada saat sidang kemarin sangat tidak relevan karena tidak memenuhi teknis Perundang-undangan Kepailitan.

 

“Maka telah terjadi kesalahan teknis saat sidang  perdana kemarin, sehingga mereka gagal membatalkan Kepailitan dengan PKPU, seharusnya pihak Termohon (PT.CSI-red) yang mengajukan PKPU, bahwa adanya upaya PKPU yang diambil oleh pihak lain atau korban lain silahkan saja dilakukan tidak usah mengganggu upaya hukum kami” katanya

 

Aitin menduga bahwa ada upaya Termohon/Tergugat menghambat Proses Hukum Kepailitan yang kami ajukan dengan Nomor Perkara: 16/pdt.Sus-Pailit/2017/PN. Niaga.Jkt.Pst.

 

“Kami menduga tidak ada itikad tidak dari Pihak Termohon untuk mengembalikan hak-hak anggota Koperasi,” jelasnya.

 

Aitin juga membantah isu yang menyatakan bahwa eksekusi Pailit hanya 20% yang diperoleh karena Kurator hanya akan menyerahkan batasannnya 20 persen.

 

“Isu itu mengada-ada dan fiktif. Dan untuk diketahui Proses Kepailitan diatur dalam Undang Undang No.37 Tahun 2004, jadi bukan Kurator yang mengaturnya, walau prosesnya memang melalui Kurator,” ujarnya.

 

 

Untuk itu, Aitin bersama timnya menegaskan akan maju terus melawan kezaliman demi kemaslahatan umat. “Adapun masyarakat yang akan meminta bantuan hukum kekami sudah hampir mendekati sejumlah 3950 orang bukan ratusan lagi.” tegas Aitin.

 

Sekadar mengingatkan, dalam menjalani bisnisnya, CSI menawarkan investasi dengan minimum setoran awal Rp 50 juta melalui empat lini bisnis seperti Jasa Konsultasi Keuangan, Konsultasi Bisnis dan Investasi, Jual Beli Logam Mulia Fisik dan Konsultasi Travel dengan imbal hasil pasif sebesar 5% per bulan. Aktivitasnya menggunakan label syariah.

 

Tapi setelah dicek, koperasi ini tidak memiliki izin resmi namun digunakan oleh CSI untuk menghimpun dana masyarakat sehingga terindikasi melanggar UU 21/2008 mengenai Perbankan Syariah.

 

Perkara pailit dengan No. 16/Pdt.Sus-Pailit/2-17/PN.Jkt.Pst ini telah memasuki sidang pertama pada Senin (20/3). Sidang pun akan dilanjutkan kembali Rabu (29/3) dengan agenda jawaban dari Koperasi CSI.(JR)

1 Comment on Proses Pailit Koperasi BMT CSI untuk Kembalikan Hak Anggota

  1. csi mana janjimu untuk kembalikan dana nasabah, jangan dipolitisi lagi y setelah sidang aelesai, capek saya menunggunya

Leave a comment

Your email address will not be published.


*