Breaking News

Program Tabungan Sosial Untuk Anak, Semoga Kehidupan Anak Jalanan Bisa Lebih Baik

Program Tabungan Sosial Untuk Anak, Semoga Kehidupan Anak Jalanan Bisa Lebih Baik.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan apresiasi kepada Kementerian Sosial (Kemensos) dan bank-bank yang telah mendukung program “Indonesia Bebas Anak Jalanan” di tahun 2017. Melalui program tersebut diharapkan, anak-anak jalanan bisa memenuhi kebutuhannya, khususnya soal pendidikan dan kesehatan.

 

Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty, mengatakan kehadiran KPAI dalam kegiatan ‘One Day for Children’ yang digagas Kemensos bekerjasama dengan beberapa bank milik pemerintah beberapa waktu lalu merupakan bentuk dukungan terhadap upaya perlindungan anak. Khususnya anak-anak jalanan yang saat ini berjumlah 23.800 jiwa di seluruh penjuru Tanah Air.

 

“Mereka merupakan anak di bawah 18 tahun yang menjadi target dalam Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA). Target PKSA sendiri adalah anak-anak terlantar, anak jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum, anak penyandang disabilitas, serta anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus,” ujarnya dalam keterangan persnya, Senin (21/08/2017).

 

Sitti menjelaskan, bantuan yang diberikan negara dalam bentuk tabungan ini diberikan kepada anak senilai Rp1 juta per tahun. Dana tersebut berasal dari anggaran Kemensos. “Melalui program ini, setiap anak dibekali dengan buku tabungan dan kartu ATM,” terangnya.Untuk mengakses dana, anak-anak yang berhak itu harus didampingi wali. Khusus untuk anak SMA, dana tabungan bisa mereka akses sendiri.

 

Sebelumnya, Kementerian Sosial bersama PT Bank Negeri Indonesia (BNI) memberikan bantuan sosial nontunai melalui Tabungan Sosial Anak (TASA). Adapun nantinya, tabungan ini akan diberikan kepada 23.800 anak di Indonesia dengan nominal Rp 1 juta untuk setiap anak per tahunnya.

 

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Marjuki, mengatakan program ini merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan bantuan kepada anak terlantar, anak jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum, penyandang disabilitas, dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus untuk mendapatkan akses layanan sosial dasar.

 

“Mereka diharapkan memiliki kebiasaan menabung (program TASA) untuk memberikan stimulan kepada keluarganya bahwa anak-anak ini dipersiapkan untuk pendidikannya, kesehatan, dan kegiatannya untuk tumbuh dan berkembang,” kata Marjuki. Bantuan tersebut dikhususkan bagi anak-anak di bawah 18 tahun.

\

Kemsos menjamin penyaluran bantuan tidak akan disalahgunakan, selain lantaran bantuan bersifat non tunai, para penerima TASA juga akan mendapat pengawasan dari Kementerian Sosial. “Ada pengawasan, dari Kemensos yang mendampingi. Itu kan langsung ke rekening itu uang nggak bisa diambil. Kalau SMP Ke bawah ada pendamping/wali. Kita sudah mencoba, tapi kita nanti buat statement orang tua dulu, uang tidak boleh disalahgunakan,” ujarnya.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*