Breaking News

Profesor Dihadirkan Sebagai Saksi Ahli, Namun Bicara Sebagai Orang Awam, Kesaksiannya Hanya Berdasarkan Analisis Data Dari Penyidik

Sidang Ke 17 Kasus Kopi Sianida

Hakim tidak adil, vonis 20 tahun penjara terhadap Jessica ditolak, Kuasa Hukum ajukan banding.

Ahli Psikologi Prof dr Sarlito Wirawan yakin bahwa Jessica Kumala Wongso yang menaburkan racun ke dalam minuman Wayan Mirna Salihin. Hal itu disampaikan Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia itu saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan lanjutan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Kamis 1 September 2016.

 

Dalam persidangan itu, saksi ahli Sarlito mengatakan, ia tidak mempunyai tersangka lain selain terdakwa. Iya juga meyakini bahwa Jessica menaburkan racun sianida ke dalam es kopi Wayan Mirna Salihin.

 

“ Kalau saya sebagai orang awam melihat gitu, tidak lain ya sudah dia pembunuhnya. Dalam arti dia memasukkan racun,” kata Sarlito dalam sidang di PN Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).

 

Menurutnya, kalau posisinya dalam persidangan sebagai ahli ia tidak dapat menyimpulkan hal tersebut, namun kalau keterangannya diminta sebagai orang awam dalam persidangan tersebut dia berani menyimpulkan bahwa Jessica sebagai pelakunya.

 

Sarlito mengatakan, ia berani menyimpulkan hal tersebut berdasarkan CCTV yang diperlihatkan oleh penyidik kepadanya. Namun ia tidak melihat bahwa Jessica memasukkan sesuatu ke dalam minuman Mirna.

 

Kesimpulan itu diambil dari saat Jessica membentuk dinding pada meja menggunakan paper bag sehingga menutupi minuman yang saat itu sudah dihidangkan oleh pelayan Kafe Olivier.

 

Menurutnya, hal tersebut akan dilakukan oleh seseorang agar tidak ada orang lain yang melihatnya.

 

“Tetapi, ketika tersangka itu meletakkan paper bag semacam benteng, itu ada maksudnya. Tangannya bergerak-gerak. Di belakang dia itu ada gelas. Apa yang dia masukkan saya nggak tahu,” tambah Sarlito.

 

Sarlito juga menyatakan bahwa ia hanya melihat CCTV dan tidak pernah terjun langsung untuk memeriksa Jessica. Ia hanya diminta untuk memverifikasi data-data mengenai kasus tersebut.

 

“Saya memeriksa ulang dan menyatakan berkas yang ada dan saya juga memverifikasi yang diuraikan oleh saksi ahli yang menjelaskan CCTV,” jelasnya.(Nando Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*