Breaking News

Pribumi Indonesia Tolak Proyek Meikarta

Pribumi Indonesia Tolak Proyek Meikarta.

Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) menyatakan penolakannya terhadap proyek Meikarta yang dianggap telah sewenang-wenang mengancam kewibawaan bangsa dan negara Indonesia.

 

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak menyampaikan, pribumi Indonesia menolak Meikarta karena kesewenang-wenangan perusahaan properti besar saat ini telah mengancam negara Indonesia.

 

“Seringkali terjadi konflik antara rakyat dengan developer yang berakhir dengan penggusuran rakyat kecil. Di samping itu, perusahaan properti besar terbukti telah mengindahkan aturan-aturan pemerintah yang berkaitan dengan pembangungan kota mandiri seperti yang terjadi pada kasus Reklamasi dan Meikarta,” ujar Bastian P Simanjuntak, Senin (21/08/2017).

 

Dia menyampaikan, para pemimpin Indonesia hari ini pun sudah banyak yang tidak bisa dipercaya, lantaran dengan mudahnya berkolaborasi dengan para penjajah asing, untuk menguasai lahan dan hampir semua aspek kehidupan Indonesia.

 

Karena itu, menurut Bastian, di tingkat daerah dan di tingkat Nasional, masyarakat Pribumi Indonesia harus benar-benar menelisik dan memilih pemimpin yang pro pribumi dan kesejahteraan Rakyat Indonesia.

 

“Pemimpin ke depan, harus memiliki sikap yang jelas, tidak abu-abu, meskipun berbagai kalangan mengatakan politisi itu selalu abu-abu, namun di era sekarang Indonesia butuh pemimpin yang hitam putih, berani mengatakan tidak kepada pemilik modal jika sudah melanggar aturan. Keberpihakan itu harus hitam atau putih, tidak boleh abu-abu. Jika abu-abu maka rakyat tidak akan tertarik untuk memimilih calon pemimpin seperti itu,” ujarnya.

 

Menurut dia, keberadaan Meikarta akhir-akhir ini menjadi polemik bagi masyarakat, selain belum dilengkapi dengan izin, rencana pendirian kota mandiri tersebut dikhawatirkan hanya menjadi kawasan bagi orang asing, sebab daya beli masyarakat pribumi pada umumnya tidak mampu membeli properti di wilayah yang direncanakan akan segera dibangun tersebut, yang harganya sangat tinggi.

 

Dia mengatakan, proyek Meikarta itu hendak dibangun di Bekasi, Jawa Barat. Jawa Barat sendiri adalah provinsi dengan luas wilayah 35.377,76 Km2 Indonesia, dengan jumlah penduduk 46.497.175 jiwa.

 

“Itu sangat strategis bagi negara kita, oleh karena itu pemimpin di Jawa Barat pun harus memiliki kharakter yang kuat, dan berani berpihak kepada kepentingan pribuminya, meskipun harus melawan kepentingan pemilik modal. Keberpihakan kepada pribumi adalah bukti seseorang pemimpin setia kepada Bangsa Indonesia, bukan bangsa lain,” pungkas Bastian.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*