Breaking News

Presiden Jokowi Kok Tidak Lindungi Keberagaman, Jemaat Gereja Kirim Pemberitahuan ke Istana

Presiden Jokowi Kok Tidak Lindungi Keberagaman, Jemaat Gereja Kirim Pemberitahuan ke Istana.

Pada Minggu 16 September 2018,  adalah kali ke 178 Jemaat Gereja HKBP Filadelfia dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin kembali mengadakan ibadah di seberang Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam ibadah kali ini, ratusan jemaat mengingatkan kembali janji Presiden Joko Widodo untuk menjaga dan melindungi keberagaman atau kebhinnekaan yang ada di Indonesia.

Tim Advokasi HKBP Filadelfia Judianto Simanjuntak menyampaikan, ibadah ke 178 kali itu dilayani oleh beberapa orang pendeta dari beberapa gereja, dengan Pengkhotbah Pdt Yoga Pratama dari Gereja Kristen Pasundan (GKP) Bekasi.

Dalam ibadah itu, lanjut Judianto Simanjuntak, Presiden Jokowi diingatkan lagi mengenai pidatonya di dalam Kongres 36 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang menyatakan akan  menjaga dan melindungi pluralisme Indonesia.

Judianto membacakan seruan dan pemberitahuannya kepada Presiden Jokowi. “Presiden RI, Bapak Joko Widodo, semoga bapak dalam keadaan sehat. Pak Presiden harus melindungi dan menjaga keberagamanan, kebhinnekaan, pluralisme. Hal ini sebagaimana disampaikan pak Presiden pada pembukaan kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) pada hari Jumat 14 September 2018,” tutur Judianto, Senin (24/09/2018).

Selanjutnya, Pak Presiden menyatakan dalam pembukaan Kongres GMKI tersebut, bahwa keberagaman yang ada di Indonesia mulai dari keberagaman agama, suku hingga bahasa. Keberagaman itu adalah hal yang perlu disyukuri. Penduduk kita 263 juta yang hidup di 17 ribu pulau, 514 kabupaten dan 34 provinsi. Ini negara yang sangat besar, sangat besar sekali kelihatan dari ujung barat, ujung timur, ujung utara dan ujung selatan. Terasa betul betapa negara ini negara besar tapi dianugerahi Tuhan perbedaan yang sangat banyak.

Menurut dia, pernyataan Presiden Jokowi patut diparesiasi,  karena menyinggung keberagaman baik menyangkut Suku, Agama dan Bahasa.

“Karena itu dalam kesempatan ini Kembali diingatkan pak Presiden agar segera menyelesaikan kasus HKBP Fildelfia dan GKI Yasmin. Tentu  ini dalam rangka mewujudkan hak atas kebebasan beragama, beribadah bagi Jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin sebagaimana dijamin dalam konstitusi. Ini dalam rangka melindungi dan menjaga keberagaman dan kebhinnekaan,pluralisme,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*