Breaking News

Pornografi Beredar di WhatsApp, KPAI Ingatkan Pengawasan Media Sosial

Pornografi Beredar di WhatsApp, KPAI Ingatkan Pengawasan Media Sosial.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan keprihatinannya soal beredarnya konten pornografi melalui aplikasi WhatsApp. Kasus ini menjadi bukti bahwa sistem priteksi di media sosial masih belum sejalan dengan prinsip perlindungan anak.

 

Ketua KPAI, Susanto, melalui siaran persnya, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas dugaan tersedianya konten-konten yang mengandung muatan pornografi di media sosial. Apalagi konten tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siapapun pengguna ponsel android maupun  iphone, tidak terkecuali anak-anak.

 

Ditegaskannya, pembiaran anak-anak dekat dan dapat mengakses pornografi dengan mudah adalah bentuk pelanggaran terhadap UU no. 35/2014 tentang Perubahan atas UU no. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. “KPAI dalam waktu dekat akan mengundang manajemen WhatsApp untuk menyamakan persepsi dalam memberikan proteksi terhadap anak,” katanya.

 

Pihaknya berharap WhatsApp dan media sosial lain memiliki sistem proteksi internal yang maksimal, agar anak dapat dijauhkan dari segala konten yang memuat kejahatan pornografi. Selain itu, KPAI akan terus menguatkan sinergi dengan berbagai pihak terkait termasuk masyarakat untuk melakukan berbagai tindakan dan kegiatan baik yang bersifat preventif maupun penanganan terkait dengan penghapusan konten-konten yang memuat pornografi.

 

“KPAI juga meminta agar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menguatkan pengawasan dan sistem keamanan media sosial dalam upaya pemberantasan konten yang mengandung muatan pornografi,” tandas Susanto.

 

Sementara itu, terkait peredaran konten pornografi di fitur GIF dalam aplikasi WhatsApp, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan bakal melakukan pemblokiran layanan WhatsApp di Indonesia. Langkah ini akan dilakukan apabila hingga Rabu (8/11) pagi, pihak WhatsApp tidak juga menurunkan konten pornografi tersebut.

 

“Kami sudah tiga kali mengirimkan surat peringatan kepada Facebook sebagai pemilik aplikasi WhatsApp. Peringatan terakhir dikirim Senin (6/11) pagi. Bila sampai 2X24 jam setelah peringatan terakhir tidak juga ada respon dari mereka, layanan WhatsApp akan kami blokir,” kata Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A. Pangerapan, di Jakarta, Senin (06/11/2017).

 

Menurut Semuel, langkah tegas ini harus diambil untuk menegakkan peraturan perundang-undangan Indonesia, meskipun layanan WhatsApp sangat banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Agar tidak sampai dilakukan pemblokiran, Semuel berharap agar pihak WhatsApp bisa langsung melakukan penanganan sebelum batas waktu tersebut.

 

Sampai saat ini, Kominfo melalui internet service provider (ISP) telah melakukan pemutusan akses atau pemblokiran terhadap enam domain name system (DNS) milik Tenor sebagai penyedia konten di fitur GIF. Langkah ini buntut adanya konten pornografi di fitur GIF dalam aplikasi WhatsApp. Seperti diketahui, dalam menyediakan berbagai konten di fitur GIF, WhatsApp bekerja sama dengan pihak ketiga, yaitu Tenor.

 

Sebelumnya, mengenai perihal adanya konten negatif di fitur GIF, WhatsApp dalam keterangan resminya mengaku tidak bisa memonitor konten GIF di aplikasi mereka lantaran konten tersebut memiliki enkripsi end-to-end. Pihak WhatsApp sendiri menyediakan berbagai konten dalam fitur GIF melalui pihak ketiga, yaitu Tenor.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*