Breaking News

Polisi Akan Tambahkan Keterangan Ahli Racun di Berkas Perkara Jessica

Berkas Perkara Pembunuhan Ala Kopi Sianida Tak Kunjung Lengkap

Berkas perkaranya Jessica Kumala Wongso belum lengkap, Polisi akan menambhakan keterangan Ahli Racun.

Berkas perkara dugaan pembunuhan yang dikenal dengan Kopi Sianida belum lengkap. Pihak penyidik Polda Metro Jaya berjanji akan segera melengkapi berkas atas nama tersangka Jessica Kumala Wongso itu sesuai dengan petunjuk jaksa. Berkas yang dianggap masih kurang yakni penambahan keterangan dari ahli toksikologi alias ahli racun.

Penambahan keterangan dari ahli toksiologi tersebut merupakan petunjuk jaksa untuk melengkapi berkas perkara Jessica Kumala Wongso yang ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang meninggal usai meneguk kopi yang bercampur Sianida.

“Kami sudah mendengar ada hasil penambahan sedikit dari pemeriksaan ahli. Beberapa pertanyaan dan jawaban, dan itu sudah kami periksa, serta melakukan pemeriksaan tambahan. Ahlinya kan berasal dari luar kota. Anggota penyidik sudah ke sana dan sesudah kembali nanti kami penuhi permintaannya,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, di Jakarta, Senin (2/5/2016).

Keterangan kedua ahli tersebut, lanjut dia, perlu ditambahkan untuk mengetahui kapan waktu antara racun masuk kedalam gelas dan reaksi dari racun tersebut.

“Waktu antara racun masuk ke gelas, efeknya mengakibatkan efek luar efek dalam dan sebagainya itu kan yang bisa menjelaskan hanya ahli,” ucapnya.

Menurutnya, para Ahli tersebut akan saling bertukar data untuk menguatkan satu sama lain. “Ahli itu yang saling menguatkan satu sama lain. Jadi ahli yang ini, diberikan ke ahli yang ini sehingga saling menguatkan,” jelasnya.

Krishna menambahkan, khusus untuk ahli racun telah ditambahkan dua.“Khusus ahli racun kami kasih dua. Jadi kalau second opinion itu selalu bagus, supaya objektif,” imbuhnya.

Krishna sangat berharap berkas perkara ini cepat dapat dinyatakan P21 atau lengkap, agar kasus dapat dilajutkan ke persidangan.

“Supaya terang benderang. Semua detail ada di persidangan. Jadi kami berharap betul agar tidak ada pertanyaan di masyarakat kasusnya sampai mana. Kasus ini bukan satu orang yang bekerja. Karena terdiri dari tim besar, terdiri dari 80 orang. Tidak ada yang lead, semua hasilnya melalui gelar perkara. Semua pemeriksaan dilakukan secara mendetail. Jadi nanti hasilnya di persidangan,” ujarnya.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*