Breaking News

PNS Dirjen Pajak Terima Gratifikasi Hingga Rp 14 Miliar Lebih, Jaksa Pun Lakukan Pengusutan

PNS Dirjen Pajak Terima Gratifikasi Hingga Rp 14 Miliar Lebih, Jaksa Pun Lakukan Pengusutan.

Kejaksaan Agung mengusut dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi, hadiah atau janji dalam pengurusan pajak oleh petugas yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak.

 

Dari aktivitas pengurusan pajak itu, PNS Dirjen Pajak berinisial JJ ditetapkan sebagai tersangka, dan ditemukan adanya penerimaanj gratifikasi sebesar Rp 14 miliar lebih.

 

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) M Rum menjelaskan, penyalahgunaan wewenang oleh JJ  yang memiliki pekerjaan sebagai PNS Direktorat Jenderal Pajak Pelayanan Pajak Madya Jakarta Selatan periode Januari 2007 sampai dengan November 2013 terindikasi melakukan tindak pidana korupsi yang diduga menerima suap (gratifikasi) dalam penjualan faktur pajak dari beberapa perusahaan baik secara langsung maupun tidak lansung dengan perantara pihak lain, diantaranya security perumahan, office boy KPP Madya, serta tukang jahit.

 

“JJ diduga menerima dana dari pihak-pihak lain melalui rekening yang bersangkutan di beberapa Bank dengan total sebesar Rp. 14.162.007.605,- (empat belas milyar seratus enam puluh dua juta tujuh ribu enam ratus lima rupiah), selanjutnya dana atau uang yang diterima dipergunakan untuk pembelian mobil, logam mulia, dan property,” ungkap M Rum, di Kejaksaan Agung, Rabu (19/07/2017).

 

Dijelaskan M Rum, sebelumnya Penyidik telah menetapkan JJ sebagai tersangka berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-18/F.2/Fd.1/05/2017 tanggal 4 Mei 2017.

 

Untuk menindaklanjuti pengusutan kasus ini, lanjut M Rum, penyidik memanggil dan memeriksa  6 (enam) orang Saksi, yaitu B. Muhammad Arif pekerjaan Pegawai Negeri Sipil Ditrektorat Jenderal Pajak; One Sunandar Paryogu pekerjaan Pegawai Negeri Sipil Ditrektorat Jenderal Pajak; Ambrosius Ronald pekerjaan Direktur PT. Tehnik Lancar Mandiri; Effie Darmawan pekerjaan Direktur PT. Cahaya Raja Wali Emas; Maya Rusmalasari pekerjaan Pegawai Negeri Sipil Ditrektorat Jenderal Pajak; Herni Bunadi pekerjaan Wiraswasta.

 

“Sekitar pukul 10.00 Wib telah hadir Saksi memenuhi panggilan Penyidik dan dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

 

Diterangkan M Rum, keterangan dari para saksi sangat berguna untuk mengusut praktik korup di Dirjen Pajak.

 

Tersangka JJ disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a, 12 huruf b, 12 B, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

“Saat ini, tersangka JJ” ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI,” kata M Rum.

 

Untuk kasus ini, lanjut dia, Tim Penyidik telah memeriksa sebanyak 17 (tujuh belas) orang saksi.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*