Breaking News

PKL Butuh Dilindungi, Bukan Disakiti

PKL Butuh Dilindungi, Bukan Disakiti.

Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mengingatkan agar mereka dilindungi dalam mewujudkan perekonomiannya yang kian baik.

 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (DPP APKLI) Ali Mahsun menyampaikan, komitmen dan ketulusan hati untuk mendukung pemimpin yang melindungi dan menata dengan manusiawi para PKL.

 

Tetapi jika PKL tidak dimanusiakan, atau malah digusur seenak hati, maka PKL sendiri akan bergerak untuk melakukan perlawanan terhadap pemimpin seperti itu.

 

“Jangan pernah melukai kami, jangan pernah melukai anak buah kami, menggores kulitnya saja akan kami lawan hingga titik darah penghabisan. Jangan pernah melakukan penyalagunaan kewenangan, tidak tertib  dan tidak disiplin, kami pasti akan segera memecat siapa saja dengan tidak hormat. Demikian pula terhadap para mitra dan pathner strategis organisasi, baik pemerintah mau pun non pemerintah, baik dari dalam negeri mau pun luar negeri,” tutur Ali Mahsun, dalam siaran persnya, Selasa (17/10/2017).

 

Dia mengatakan, dengan komitmen dan ketulusan hati hanya untuk melindungi, menata, dan memberdayakan PKL, menegakkan ekonomi rakyat, dan merebut kembali kedaulatan  ekonomi bangsa Indonesia demi merah putih dan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, maka Lima Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia segera dapat diwujudkan.

 

“Kami haqqul yakin bahwa lima pilar tersebut adalah Anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang terbesar kedua setelah Proklamasi Negara RI 17 Agustus 1945. Tidak ada yang dapat dan bisa menghentikannya kecuali Gusti Allah,Tuhan Yang Maha Jaiz,” ujar Ali.

 

Dia menyampaikan, sejak dilantik tanggal 16 Mei 2017 di Kebun Binatang Taman Jurug, Surakarta, Jawa Tengah, bersama Dewan Pengurus  DPP APKLI 2017-2022 hasil Munas V APKLI tanggal 15-17 April 2017 di Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat, pihaknya tidak kenal lelah untuk berjuang bersama PKL.

 

“Seakan tak pernah berhenti untuk terus menerus berjuang, bekerja keras dan cerdas, fokus dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

 

Dia pun menyadari, masih banyak yang harus dilakukan. Juga masih sangat membutuhkan touch of maintenance dose and added treatment, baik energi, sumber daya dan effort yang jauh lebih besar lagi.

 

“Selaku Ketua Umum yang memimpin agenda tunggal organisasi, agenda besar Revolusi Kaki Lima, kami haqqul yakin tujuh (7) tarjectori yang telah ditetapkan dapat digapai pada akhir tahun 2018. Dan hal tersebut kami meyakini akan segera mengantarkan ekonomi rakyat dan perekonomian Indonesia menjadi yang terkuat dan terkokoh di Asia Pasific,” ujar Ali.

 

Dia pun mengatakan bahwa dirinya berpegang teguh pada sebuah prinsip kepemimpinan yang sangat efektif dalam mempercepat terwujudnya Revolusi Kaki Lima Indonesia.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*