Breaking News

Pidato Megawati Disoroti Rizieq, Sekjen PDIP Sebarkan Rilis Berisi Penjelasan Siap Hadapi FPI

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto: Ada batas kesabaran dari kami, dan pesan yang ingin saya sampaikan ke Bapak Rizieq adalah kami tidak takut. Kami siap berhadapan jika mereka terus bertindak main hakim sendiri.

Entah karena kian gerah dengan pergunjingan berkaitan dengan pidato yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam  Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP beberapa waktu lalu, namun Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai berlambang banteng moncong putih itu yakni Hasto Kristiyanto menyebarkan rilis penjelasan terkait pidato Sang Ketua Umum.

 

Di dalam rilis yang diperoleh para awak media secara berantai itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memaparkan bagaimana latar belakang dan juga pertimbangan Megawati Soekarnoputri sehingga berpidato yang mengundang pro dan kontra.

 

Hasto juga menyatakan, partainya siap berhadapan dengan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab atas niatnya hendak melaporkan mantan Presiden Republik Indonesia itu.

 

‎Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya siap menghadapi gugatan hukum dari Rizieq Syihab terkait isi pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Isi pidato itu sendiri menekankan soal tantangan yang kini dihadapi Pancasila sebagai Dasar Negara di tengah merebaknya ideologi tertutup.

Menurut Hasto, keseluruhan pidato Megawati saat HUT partainya yang lalu, dipersiapkan sendiri melalui perenungan yang mendalam, kontemplasi dengan rasa cinta kepada bangsa dan negara, dan disampaikan dengan lantang untuk bangsa dan negara Indonesia.

 

Pidato itu juga diucapkan dengan komitmen kuat untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebinekaan Indonesia.

 

“Dalam kapasitas Ibu Megawati sebagai Ketua Umum dan Presiden kelima RI, maka sangat wajar Beliau memberikan jawaban atas berbagai persoalan yg muncul saat ini,” kata Hasto, Rabu (18/1).

 

“Sekiranya Bapak Rizieq Syihab, mohon maaf kami tidak menyebut Beliau Habib berdasarkan apa yang saya baca dari pendapat KH Said Aqil Siradj, memang akan berhadapan dengan Ibu Ketua Umum Partai, maka sebagai Sekjen Partai saya tegaskan bahwa kami siap berhadapan dengan Pak Rizieq,” beber Hasto.

 

“Lebih-lebih, Pak Rizieq selama ini telah mengobarkan rasa kebencian dan memecah belah bangsa.”

 

Hasto menyampaikan, seluruh jajaran PDI Perjuangan satu komando untuk membela kehormatan dan martabat ketua umum dan partai.

 

Sekiranya Rizieq merasa ada yang tidak puas, Hasto mempersilakannya untuk menyampaikan melalui jalur hukum. Dan PDIP akan menyiapkan pembela hukum terbaik.

 

Bagi PDIP, komitmen terhadap fondasi kehidulan berbangsa dan bernegara tidak bisa ditawar-tawar. Demikian halnya, bagi yang akan merongrong kewibawaan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, PDI Perjuangan akan membela pemerintahan yang sah dan konstitusional tersebut dari berbagai bentuk ancaman, termasuk tindakan makar.

 

Ditegaskannya, PDI Perjuangan percaya bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagisilent majority untuk bangkit dan menggalang kekuatan. Jangan biarkan negeri yang damai ini diinjak-injak oleh mereka yang bermaksud memecah belah bangsa.

 

“Kita kobarkan semangat Satyam Eva Jayate bahwa kebenaranlah yang akhirnya akan menang,” ujarnya.

 

Kata Hasto, sungguh suatu tindakan melampaui batas ketika FPI, di Jakarta, kemarin, membubarkan aksi kemanusiaan berupa pengobatan gratis. Pihaknya tak bisa menerima tindakan demikian dan berharap aparat penegak hukum untuk bertindak cepat.

 

“Ada batas kesabaran dari kami, dan pesan yang ingin saya sampaikan ke Bapak Rizieq adalah kami tidak takut. Kami siap berhadapan jika mereka terus bertindak main hakim sendiri,” ujarnya.

 

Sebelumnya, dalam demonstrasinya di Mabes Polri yang dipimpin Rizieq Shihab, FPI meminta beberapa hal, di antara pemecatan dua kapolda (Kapolda Jabar dan Kapolda Jaya), serta proses hukum atas Megawati atas pidatonya.(JR)

 

Berikut isi rilis pers dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang diterima redaksi.

 

Release dari Hasto K Sekjen DPP PDIP

1). Keseluruhan pidato Ibu Megawati dipersiapkan oleh Beliau melalui perenungan yang mendalam , kontemplasi dengan rasa cinta kepada bangsa dan negara, dan disampaikan dengan lantang untuk bangsa dan negara Indonesia. Pidato tersebut juga diucapkan dengan komitmen kuat untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan kebhinekaan Indonesia. Dalam kapasitas Ibu Megawati sebagai Ketua Umum dan Presiden kelima RI maka sangat wajar Beliau memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang muncul saat ini. Sekiranya Bapak Rizieq Shihab (mohon maaf kami tidak menyebut Beliau Habib berdasarkan apa yang saya baca dari pendapat KH Said Aqil Siradj), memang akan berhadapan dengan Ibu Ketua Umum Partai, maka sebagai Sekjen Partai saya tegaskan bahwa kami siap berhadapan dengan Pak Rizieq. Lebih-lebih, Pak Rizieq selama ini telah mengobarkan rasa kebencian dan memecah belah bangsa. Seluruh jajaran PDI Perjuangan satu komando untuk membela kehormatan dan martabat Ibu Ketua Umum dan Partai.

2). Sekiranya Pak Rizieq ada yang tidak puas, sampaikan melalui jalur hukum, dan kami akan siapkan pembela hukum terbaik. Bagi kami komitmen terhadap fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa ditawar-tawar. Demikian halnya, bagi yang akan merongrong kewibawaan Bapak Presiden Jokowi dan Pak Wapres JK, PDI Perjuangan akan membela pemerintahan yang sah dan konstitusional tersebut dari berbagai bentuk ancaman, termasuk tindakan makar. Seluruh anggota, kader dan simpatisan Partai harap menjaga suasana tenang, taat hukum, dan jangan melakukan tindakan kekerasan, sambil menunggu perintah lebih lanjut dari Ibu Ketua Umum. Seluruh jajaran Partai diminta untuk melakukan “Senam Politik” dan terus memerjuangkan politik yang membangun peradaban; politik yang membumikan Pancasila dan politik yang berkebudayaan, disertai keberlihakan terhadap rakyat yang mencintai hidup rukun dan damai.

3) PDI Perjuangan percaya bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagi silent majority untuk bangkit dan menggalang kekuatan. Jangan biarkan negeri yang damai ini diinjak-injak oleh mereka yang bermaksud memecah belah bangsa. Kita kobarkan semangat Satyam Eva Jayate bahwa kebenaranlah yang akhirnya akan menang. Apa yang dilakukan oleh FPI dengan membubarkan aksi kemanusiaan berupa pengobatan gratis merupakan tindakan yang telah melampaui batas. Tidak bisa diterima dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat. Ada batas kesabaran dari kami, dan pesan yang ingin saya sampaikan ke Bapak Rizieq adalah kami tidak takut. Kami siap berhadapan jika mereka terus bertindak main hakim sendiri.

4). Dalam kapasitas sebagai kader Partai kami selalu diajarkan untuk memiliki kesadaran lingkungan bahwa mayoritas  rakyat Indonesia adalah muslim. Dalam sejarah yang Ibu sampaikan bagaimana kami memahami pemikiran-pemikiran Bung Karno tentang Islam yang membangun peradaban, ketika Beliau berguru secara langsung denga HOS Cokroaminoto. Bung Karno sangat dekat dengan Muhammadiyah dan NU. Kedua organisasi Islam tersebut benar-benar berkeringat dan berdarah-darah untuk tegaknya republik ini bersama PNI saat itu, dan seluruh elemen kekuatan militer bangsa dalam keseluruhan jati diri TNI sebagai tentara rakyat. Karena itulah mengapa Ibu Megawati kokoh berdiri memerjuangkan kemerdekaan seluas-luasnya bagi Palestina; menolak aksi unilateral atas Irak dan membela kedaulatan bangsa Irak dengan gigih. Ibu Megawati juga menolak pemberian Blok Cepu ke Exxon karena tahu, bagaimana dana minyak itu juga dipakai untuk menciptakan ketidakadilan di Timur Tengah. Karena itulah tuduhan Pak Rizieq ke Ibu Megawati sangat tidak beralasan. Sikap Ibu Megawati yang keras di dalam membela perdamaian di Timur Tengah itulah yang juga ikut mewarnai konstelasi Pilpres 2004. Di situlah kenegarawanan Ibu Megawati termasuk ketika membela Ustadz Abu Bakar Baasyir agar tidak diekstradiksi karena tugas peminpin untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

 

Hasto Kristiyanto
Sekjen DPP PDI Perjuangan

Leave a comment

Your email address will not be published.


*