Breaking News

Petugas Tidak Manusiawi, Karena Merokok Di Dalam Kereta, PT KAI Turunkan Paksa Satu Keluarga Termasuk Balita

Petugas Tidak Manusiawi, Karena Merokok Di Dalam Kereta, PT KAI Turunkan Paksa Satu Keluarga Termasuk Balita.

Tindakan petugas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang menurunkan secara paksa satu keluarga yang merupakan penumpang kereta api Prambanan Eksepres (Prameks), termasuk balita, dikecam.

 

Tindakan petugas itu dianggap sadis, karena selain menurunkan paksa, para penumpang tidak diberikan alternatif, dan tiketnya pun hangus.

 

Ketua Umum Komunitas Perokok Bijak Suryokoco menyampaikan, tindakan itu sama saja dengan tindakan tidak berperikemanusiaan.

 

“Sadis dan biadab itu. Kami mengutuk tindakan tidak manusawi yang dilakukan PT KAI itu. Perokok Bijak sangat tidak paham dengan rasa kemanusiaan dari petugas KAI khususnya kereta Prameks itu,” ujar Suryokoco, di Jakarta, Rabu (09/08/2017).

 

Menurut Suryokoco, tidak semua penumpang kereta api itu tidak merokok. Seharusnya, menurut dia, hak perokok dengan menyediakan tempat merokok juga disediakan oleh PT KAI di kereta api. Meski begitu, tindakan yang menurunkan paksa satu keluarga beserta balitanya tanpa solusi yang manusawi, menurut Suryokoco, harus dihentikan.

 

“Menurunkan paksa penumpang, satu keluarga, beserta seorang ibu dan balita yang tidak melakukan kesalahan, apa itu manusiawi? Diturunkan paksa di stasiun yang mungkin tidak mudah mendapatkan angkutan umum penganti, menurunkan di tempat yang tidak ada tangga untuk turun dari kereta,” ujar Suryokoco.

 

Dia meminta agar pemerintah, khususnya PT KAI tidak bertindak semena-mena terhadap para perokok. Selain harus saling menghargai dan menyediakan ruang bagi perokok, PT KAI harus mengajari yang benar kepada anak buahnya.

 

“Jika tak disediakan tempat merokok, tidak bisakah diberi toleransi, diingatkan dan diminta untuk perokok tidak akan melakukan tindakan pelanggaran aturan lagi? Tidak adakah rasa belas kasihan petugas KAI pada anak dan ibu yang tidak merokok itu?” ujar Suryokoco.

 

Suryokoco menegaskan, PT KAI Pusat juga memberikan toleransi dan peringatan kepada perokok yang kedapatan di gerbong kereta. “Tidak main langsung turunkan paksa begitu dong,” ujarnya.

 

PT KAI tak memberi toleransi sedikitpun kepada penumpang kereta yang kedapatan merokok di dalam gerbong. Selain akan langsung diturunkan di stasiun terdekat, penumpang yang kedapatan merokok juga tak tidak diberikan uang ganti tiket.

 

Hal itu diungkapkan Humas PT KAI Daop V Purwokerto Ixfan Hendriwintoko menanggapi adanya seorang penumpang KA Prameks Kutoarjo jurusan Solobalapan berikut keluarganya,  yang diturunkan paksa di Stasiun Rewulu Bantul Yogyakarta, Jumat (4/8/2017).

 

Ixfan menegaskan, aturannya memang begitu. Dan itu berlaku menyeluruh di seluruh DAOP KA. “Bahwa merokok di dalam gerbong kereta dilarang. Bahkan PT KAI akan menurunkan paksa di stasiun terdekat bagi penumpang yang merokok di atas gerbong. Tak hanya itu, penumpang juga tidak diberikan uang ganti tiket,” ujarnya.

 

Sebab, tiket perjalanan kereta api yang sudah dibeli oleh penumpang otomatis hangus jika mereka melanggar dan memaksakan merokok. Menurut Ixfan, aturan itu sudah lama disosialisasikan.

 

“Prinsipnya kereta harus bebas rokok. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan kepada penumpang,” kata Ixfan.

 

Menurut dia, setiap penumpang kereta semestinya tahu aturan larangan merokok tersebut. Sebab, selain disiarkan dengan pengeras suara di stasiun, stiker  larangan merokok telah ditempel di dinding dalam kereta.

 

“Karena itu kami himbau semua penumpang mematuhi aturan tersebut demi kenyamanan bersama,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*