Breaking News

Petani Akan Kelola Hutan, Di Jawa Program Hutan Sosial Dipercepat

Petani Akan Kelola Hutan, Di Jawa Program Hutan Sosial Dipercepat.

Untuk mempercepat program perhutanan sosial di Pulau Jawa, pemerintah perlu memastikan persoalan aset dan akses program perhutanan sosial segera diatasi. Untuk memfasilitasi pemenuhan kebutuhan petani mengakses pembiayaan dalam rangka pemanfaatan hutan perhutanan sosial, Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (BLU Pusat P2H) di KLHK menjalin kerjasama dengan Yayasan Kehutanan Indonesia (YKI).

 

Ketua Umum YKI, Taru J. Wisnu menuturkan, kerjasama ini berupa penyiapan fasilitas pinjaman bagi petani penerima izin pemanfaatan hutan perhutanan sosial (IPHPS).

 

Dengan penandatanganan kerjasama ini, kedua lembaga menyepakati beberapa butir kerjasama di antaranya persiapan pinjaman bergulir di area ijin pemanfaatan hutan perhutanan sosial (IPHPS), pembiayaan untuk kegiatan sosialisasi pembiayaan oleh BLU, penguatan kelembagaan, pemetaan, penataan lahan, penyusunan rencana pemanfaatan lahan dan rencana usaha, serta aspek-aspek paralegal pendukung.

 

“Kami juga akan mendapat dukungan penuh dari BLU Pusat P2H dalam memberikan bimbingan penyusunan proposal pembiayaan Fasilitas Dana Bergulir (FDB) kepada petani yang bekerja dalam jaringan kami,” katanya dalam siaran persnya, Jumat (11/08/2017).

 

YKI sendiri telah membangun jaringan luas yang memayungi gerakan para petani untuk pengeloaan hutan di wilayah perhutanan sosial dan reforma agraria.

 

“Kami juga bekerja bersama jaringan relawan pendukung Presiden Jokowi yang tergabung di Komunitas Rejo Semut Ireng di berbagai kabupaten di wilayah Jawa,” ujarnya.

 

Direktur Eksekutif YKI, Siti Fikriyah menambahkan, sebagai tindak lanjut dari kerjasama ini, BLU akan turun langsung ke lapangan bersama YKI untuk melakukan sosialisasi pembiayaan IPHPS kepada berbagai pemangku kepentingan terkait, serta akan terlibat dalam penataan lahan.

 

“Untuk tahap awal, kami akan melakukan sosialisasi di beberapa wilayah di Kabupaten Pemalang dan Bandung,” katanya.

 

Selama ini, YKI sendiri telah melakukan pendampingan petani di banyak wilayah di Indonesia. Kepala BLU Pusat P2H, Agus Isnantio Rahmadi mengatakan, kerjasama dalam sisi pembiayaan ini dinilai penting karena menyasar langsung pada petani hutan untuk menghadapi tantangan pemanfaatan kawasan hutan terkait akses sumberdaya.

 

Pembiayaan usaha kehutanan berbasis rakyat adalah bagian dari mandat utama yang diemban oleh BLU P2H untuk mensukseskan program Presiden Jokowi bagi peningkatan  kesejahteraan masyarakat petani sekitar hutan.

 

“Kami perlu melakukan kerjasama dengan pihak terkait untuk mengatasi keterbatasan kami dalam menjangkau petani-petani kecil di sekitar hutan di Indonesia. Bekerjasama dengan Yayasan Kehutanan Indonesia (YKI) kami pandang sebuah langkah tepat dan konkret untuk membantu petani, karena YKI memiliki jaringan yang kuat dengan kelompok-kelompok petani,” terangnya. Agus menekankan bahwa BLU Pusat P2H tidak berorientasi pada keuntungan (profit), tetapi pada pelayanan.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*