Breaking News

Perusahaan Sewenang-Wenang Alihkan Pekerja, Gelar Protes, Ratusan Buruh Unjuk Rasa di PT Lifere Agro Kapuas

Perusahaan Sewenang-Wenang Alihkan Pekerja, Gelar Protes, Ratusan Buruh Unjuk Rasa di PT Lifere Agro Kapuas.

Ratusan buruh melakukan aksi di kantor PT Lifere Agro Kapuas (LAK), Kalimantan Tengah, pada 02 April 2017 menolak peraturan baru perusahaan yang mengalihkan Buruh Harian Lepas (BHL) menjadi buruh borongan. Penolakan itu dilakukan karena tidak jelasnya upah yang diberikan perusahaan kepada karyawan.

 

Sebanyak 1900 buruh harian lepas di PT LAK akan dialihkan menjadi buruh borongan. Ketua Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI) di PT LAK, Agus Suhendra mengatakan, sebanyak 600 karyawan PT LAK melakukan aksi penolakan pengalihan buruh harian lepas tersebut.

 

Menurut Agus, pihak perusahaan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sekitar 1100 orang.

 

“Perusahaan hanya mau mempekerjakan sekitar 800 orang saja,sementara jumlah karyawannya 1900 orang,”  ucap Agus saat dihubungi, Selasa (03/05/2017).

 

Peraturan yang mengalihkan buruh harian lepas menjadi buruh borongan dikeluarkan tanpa adanya pemberitahuan kepada karyawan. Kemudian mereka menggelar aksi di depan PT LAK untuk menolak peraturan tersebut.

 

Setelah melakukan aksi di depan PT LAK Ratusan buruh tersebut berpindah kedepan Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Kabupaten Kapuas. Tidak lama kemudian Disnaker menerima perwakilan dan memanggil pihak perusahaan.

 

“Kami tidak lama di depan Disnaker Kapuas, Kami langsung diterima dan dari pihak perusahaan disuruh datang hari itu juga,” ungkap Agus.

 

Sebelumnya, Agus menambahkan, mereka sudah melayangkan surat untuk melakukan bipartit sebanyak dua kali. Namun, pihak perusahaan tidak menanggapi surat yang mereka kirimkan tersebut.

 

Selain itu, penerapan sistem borongan yang diterapka perusahaan  dalam memanen dan membrondol kelapa sawit akan dikerjakan satu orang. Selama ini, dalam memanen dan memberondol kelapa sawit dikerjakan oleh duaorang karyawan.

 

“Rencananya dua pekerjaan itu akan dikerjakan oleh satu orang saja dan yang satun orang lagi tidak jelas akan dikemanakan,”kata Agus.

 

Agus menjelaskan, dalam pertemuan itu pihak perusahaan juga tidak dapat menjelaskan upah yang di terima karyawan jika musim trek atau tidak panen buah kelapa sawit. Menurutnya, peraturan baru yang dikeluarkan oleh perusahaan hanyak untuk menyengsarakan karyawan.

 

“Kan waktu kami dipertemukan oleh Disnake, saya menanyakan langsung mengenai upah yang diterima jika musim trek, kan tidak selamanya musim panen. Setelah saya tanya, pihak perusahaan ga bisa menjelaskan,” tambah Agus.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*