Breaking News

Perusahaan Rokok 369 Bojonegoro Dipailitkan, Buruh Pabrik Mengadu ke Kapolri

Perusahaan Rokok 369 Bojonegoro Dipailitkan, Buruh Pabrik Mengadu ke Kapolri.

Ratusan buruh perusahaan Rokok 369 Bojonegoro yang dipailitkan menggeruduk Mabes Polri. Kedatangan mereka, meminta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bertindak tegas kepada sejumlah anggota Polisi di daerah yang datang menakut-nakuti para buruh, lantaran menuntut haknya untuk bekerja dan menyambung hidup.

Koordinator Aksi Ciharso Distana menyampaikan, sudah di-PHK dan tak memiliki pekerjaan, buruh perusahaan rokok 369 yang menuntut haknya malah dijadikan objek kezaliman.

“Kezaliman tak henti-henti menimpa rakyat kecil dan lemah di negeri ini. Buruh selalu menjadi objek kezaliman oleh oknum-oknum yang tak memiliki perikemanusiaan. Bahkan beberapa petugas intel Polres Bojonegoro mendatangi rumah-rumah karyawan dengan gaya bahasa menakut-nakuti,” tutur Ciharso dalam orasinya, di depan Mabes Polri, Rabu (17/10/2018).

Dengan membentangkan spanduk, mereka menggelar orasi, dan meminta aparat kepolisian bertindak adil. Dikatakan Ciharso, sulitnya mendapatkan lapangan kerja, maupun diberhentikan dari pekerjaan, merupakan momok mengerikan bagi buruh. Kelangsungan hidup keluarga menjadi masalah yang menghantui.

Dia mengungkapkan, pria bernama Hermanto Tedjadipura, yakni pemilik perusahaan Rokok 369, telah menggunakan keterangan dan data-data palsu, memanipulasi fakta dan kenyataan.

“Dia merekayasa kronologis sedemikian rupa, sehingga oknum-oknum penegak hukum bergerak berdasarkan informasi-informasi palsu dari Hermanto Tedjadipura,” ungkap Ciharso.

Berdasarkan kebohongan-kebohongan tersebut, lanjut dia, mengakibatkan terjadinya kezaliman-kezaliman yang menyengsarakan para buruh pabrik rokok itu.

“Perusahaan tempat kami sehat, berjalan baik, dan sesuai dengan hukum, tapi dengan kelicikan Hermanto Tedjadipura, perusahaan kami dipailitkan dengan sewenang-wenang,” ujarnya.

Ciharso yang juga pengurus karyawan Perusahaan Rokok 369 melanjutkan, harapan untuk masa depan kehidupan karyawan perusahaan rokok 369 Bojonegoro yang sudah bekerja bertahun-tahun seketika musnah.

Hal itu dikarenakan, tiba-tiba segerombolan oknum Polres Bojonegoro yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Teguh yang diperintahkan langsung oleh Kapolres Bojonegoro saat itu, AKBP Wahyu S Bintoro mendampingi kurator M Arifuddin memaksa buruh pabrik rokok itu untuk menghentikan segala kegiatan di perusahaan.

“Mereka meminta kami berhenti bekerja. Mereka mengatakan bahwa perusahaan rokok 369 Bojonegoro dinyatakan pailit,” ungkap Ciharso.

Kenyataan itu, membuat mereka tersiksa. “Ancaman kemiskinan di depan mata kami. Satu-satunya perusahaan tempat kami menyambung hidup dan mencari nafkah, tiba-tiba dipailitkan. Ke manakah kami harus meminta pertolongan?” ujarnya.

Sementara, menurut dia, mereka juga mendengar bahwa oknum-oknum penegak hukum yang seharusnya berpihak kepada mereka justru menakut-nakuti. “Malah kami ditakut-takuti dan menutup paksa pabrik tempat kami bekerja,” ujarnya.

Untuk itulah, para buruh datang ke Mabes Polri untuk meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantu buruh. “Kami meminta Pak Kapolri Tito Karnavian memperjuangkan nasib kami dengan memproses Hermanto Tedjadipura dan mengungkap kebohongan-kebohongannya. Juga mengusut oknum-oknum anak buah bapak Kapolri yang dengan sewenang-wenang mengintimidasi, menakut-nakuti, serta menggembok paksa perusahan tempat kami bekerja,” bebernya.

Ciharso berharap, penegakan hukum dilakukan dengan semestinya, keadilan ditegakkan. “Kami sangat berharap agar kami bisa kembali bekerja untuk menghidupi keluarga kami. Demikian harapan kami, semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada Bapak kapolri,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*