Breaking News

Pertemuan Kritisi Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sarat Intimidasi, Nelayan Tradisional Dengan Bupati Tak Membuahkan Hasil

Pertemuan Kritisi Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sarat Intimidasi, Nelayan Tradisional Dengan Bupati Tak Membuahkan Hasil.

Pertemuan Nelayan Tradisional dengan Bupati yang penuh intimidasi dalam pembahasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, berakhir tanpa hasil.

Koordinator Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Belitung, Sarpan menyampaikan, telah terjadi pertemuan Bupati dan Nelayan yang penuh intimidasi.

“Pertemuan audiensi yang hendak membahas terkait proyek Kawasan Ekonomi Khusus di Tanjung Kelayang dengan Bupati tidak menghasilkan apa-apa. Memang, kami diterima oleh Bupati, tetapi dalam pertemuan itu terjadi intimidasi karena ikutsertanya aparat militer dari Dandim serta dari Kepolisian setempat,” tutur Sarpan, dalam siaran persnya, Jumat (29/09/2017).

Dijelaskan Sarpan, proyek KEK Tanjung Kelayang telah merampas ruang pesisir dan laut yang telah dimanfaatkan oleh nelayan selama ini.

“Kami tidak pernah mendapat informasi dan transparansi terkait dengan pembangunan KEK Tanjung Kelayang yang dilakukan tanpa ada sosialisasi kepada masyarakat setempat,” ujarnya.

Tadinya, pertemuan audiensi dengan Bupati itu bermaksud untuk meminta informasi lebih lanjut mengenai rencana KEK Tanjung Kelayang.

“Telah lebih dari 3 tahun kami melakukan penolakan sejak mulainya rencana pembangunan KEK Tanjung Kelayang beberapa nelayan kami bahkan telah mendapatkan kriminalisasi karena mempertahankan tanah tempat tinggalnya,” ujar Sarpan.

KEK Tanjung Kelayang terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang merupakan salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas nasional. Dengan lahan seluas 324,4 Ha, kawasan ini memiliki pantai berpasir putih dan gugusan berbatuan granit yang beraneka ragam.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*