Breaking News

Pertandingan Cabang Olahraga Biliar Kisruh

Pertandingan Cabang Olahraga Biliar Kisruh.

Ketua Kontingen Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kabupaten Bogor, Didi Kurnia akan melayangkan surat protes kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI, KONI Jawa Barat, maupun Panitia disiplin PB Porda. Terkait digabungnya pertandingan dari hari BK Porda Bekasi, dengan BK Cirebon.

Ketua Harian PB Porda Didi Kurnia, mengatakan,  untuk cabor biliar, semua sudah ditentukan jumlah daerah yang bertanding. Karena, berdasarkan hasil manajer meeting, hingga technical meeting tidak berubah. Tapi, kenapa sekarang jadi digabung antara BK Berkasi, dan BK Cirebon, artinya ini ada kerugian besar bagi kontingen Kabupaten Bogor.

“Kalau sudah final artinya tidak bisa diganggu gugat lagi, sehingga ini jelas, kesalahan dari bidang pertandingan, yang kurang komunikasi dengan bidang-bidang terkait,”ujarnya kepada wartawan, Kamis (11/10/2018).

Didi menjelaskan bahwa untuk cabang olahraga biliar sesuai BK Bekasi. Karena, tidak ada keputusan yang menetapkan bahwa cabor yang akan dipertandingkan semua daerah harus mengikuti. Apalagi KONI Jawa Barat merekomendasikan 13 daerah yang bertanding.

“Rekomendasi itu bukan keputusan. Artinya itu boleh diabaikan, boleh juga dijadikan rujukan, jadi tidak mungkin lagi harus dilakukan perubahan. Anehnya sekarang malah digabung,” tegasnya.

Didi juga melihat terjadinya penggabungan antara BK Bekasi, dengan BK Cirebon, akibat tidak adanya ketegasan dari bidang pertandingan, sehingga menimbulkan terjadinya demo, pada cabor biliar.

“Ini sudah jelas jadi kerugian bagi kontingen Kabupaten Bogor, yang seharunya peluang emas kita sepuluh, sekarang jadi berkurang. Bahkan yang lebih parahnya lagi mental atlet juga pasti akan turun sekarang,”cetusnya

Sementara itu, Ketua Bidang Pertandingan PB Porda Sofie berdalih, terkait kisruh di venue biliar sebenarnya tidak ada miss antara kontingen maupun panitia pelaksana.(Apul Iskandar)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*