Breaking News

Perkuat PKL, APKLI Bertekad Rebut Perekonomian di Tanah Air

Perkuat PKL, APKLI Bertekad Rebut Perekonomian di Tanah Air.

Untuk menyelamatkan perekonomian Rakyat Indonesia, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mendorong pemberian bantuan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL).

 

Bahkan, dalam Rapar Kerja Nasional Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (Rakernas) yang digelar di Hill Hotel Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah pada hari Jumat tanggal 22 Desember 2017 lalu, APKLI bertekad memperjuangkan perekonomian rakyat dengan memperkokoh PKL di Tanah Air.

 

Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun menyampaikan, APKLI bertekad bulat membentengi dan menutup rapat-rapat kekuatan ekonomi rakyat dan kedaulatan ekonomi bangsa, tidak boleh digerus, ditindas dan dijajah bangsa asing.

 

Seluruh perputaran ekonomi PKL dan UMKM, serta kekuatan ekonomi masyarakat tidak boleh keluar dari kekuatan ekonomi bangsa Indonesia.

 

“Republik ini milik rakyat dan bangsa kita, bukan milik bangsa asing. APKLI haqqul yakin mampu wujudkan percepatan revolusi kaki lima Indonesia untuk selamatkan merah putih dan NKRI. Dari, oleh dan untuk bangsa dan negara Indonesia,” tutur Ali Mahsun, sebagaimana rilisnya, Selasa (26/12/2017).

 

Dalam Rakernas yang dihadiri Rizal Ramli dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sujatmoko itu, APKLI menegaskan dirinya akan melawan segala bentuk penjajahan asing di Tanah Air.

 

“APKLI pasti mampu tegakkan kembali ekonomi rakyat dan kembalikan kedaulatan ekonomi bangsa dari cengkraman Asing. Mari kita satukan segenap kekuatan kerajaan dan kasultanan darat, laut dan udara se nusantara bersama PKL untuk selamatkan Merah Putih dan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam tempo secepat-cepatnya,” ujar Ali Mahsun.

 

Rakernas APKLI mengambil tema, “Satukan Kekuatan Nusantara Bersama PKL Selamatkan Merah Putih dan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam RAKERNAS APKLI 2017 dan Workshop Lima Pilar revolusi Kaki Lima Indonesia yang diselenggarakan selama tiga hari 21-23 Desember 2017.

 

Menurut Ali, boleh saja pihak asing berdagang di Indonesia. Akan tetapi harus tunduk kepada Indonesia. “Silakan asing hadir namun harus mengetuk pintu, ucapkan salam dan sampaikan maksud dan tujuannya. Kalau bermaksud baik kita perlakukan sebagai tamu dan mitra strategis. Namun sebaliknya, harus kita usir tatkala bermaksud menggerus, menindas dan menjajah Indonesia, apapun resiko dan hingga titik darah penghabisan. Oleh karena itu, saya minta kepada DR. Rizal Ramli bersama APKLI untuk lakukan pembentengan terhadap ekonomi rakyat dan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia,” ujarnya.

 

Sekjen DPP APKLI Agus Yusuf yang juga selaku Ketua Pelaksana Rakernas, dalam sambutanya menegaskan program tunggal Nasional APKLI yakni Revolusi Kaki Lima Indonesia. Ada lima pilar revolusi yang akan dilakukan, untuk memberdayakan PKL di seluruh Indonesia sebagai salah satu kekuatan kebangkitan ekonomi rakyat untuk merebut kembali kedaulatan ekonomi Bangsa Indonesia.

 

Agus Yusuf juga menegaskan bahwa Rizal-Ali merupakan dua tokoh Revolusioner yang konsisten peduli terhadap kebangkitan ekonomi rakyat dan kemandirian ekonomi bangsa Indonesia. Juga memiliki tujuan yang sama, merebut kembali kedaulatan ekonomi banngsa dari cengkraman bangsa asing.

 

“Oleh karena itu, saya yakin jika Rizal-Ali bersatu mengawal ekonomi rakyat dan ekonomi bangsa maka Indonesia akan benar benar merdeka secara utuh, rakyat sejahtera secara berkeadilan, dan Kedaulatan ekonomi Bangsa Indonesia segera kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi Indonesia. Dan merah putih dan NKRI segera bisa diselamatkan,” ujar Agus Yusuf.

 

Ekonom senior dan tokoh perubahan lintas generasi Rizal Ramli yang akrab dipanggil RR menyatakan kesiapannya memimpin Indonesia. “Saya sudah capek jadi penasehat presiden, saya ingin menjadi presiden untuk merubah Indonesia yang lebih hebat,” ujar Rizal Ramli.

 

Keinginan RR ini diungkapkannya di Tawangmangu, Karanganyar, di lereng Gunung Lawu sebelum membuka secara resmi acara Rakernas APKLI 2017 dan Workshop Lima Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia. Dalam acara tersebut RR yang dikenal dengan jurus “Rajawali Ngepret” dan “Rajawali Bangkit” dikukuhkan sebagai Begawan Ekonomi Indonesia dan Ketua Dewan Pelindung APKLI.

 

 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko dalam sambutanya menyerukan agar pasar pangan dan sandang dikuasai oleh bangsa sendiri. Pasalnya, pasar menjadi tempat strategis untuk semakin memperkokoh kedaulatan ekonomi bangsa, karena saat ini masih banyak dikuasai kekuatan bangsa asing.

 

“Pasar kita untuk pangan sandang mestinya kita kuasai,” kata pria sederhana yang dinobatkan sebagai Dewan Kehormatan APKLI itu.

 

Pada kesempatan Rakernas ini, APKLI memberikan beasiwa kepada sejumlah anak PKL yang berprestasi dan bantuan modal kepada PKL. Pemberian beasiswa dan bantuan ke PKL diserahkan Rizal Ramli, Wagub Jateng Heru Sudjatmoko, disaksikan langsung oleh Ketua Umum DPP APKLI  Ali Mahsun dan Sekjen DPP APKLI Agus Yusuf.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*