Breaking News

Perkokoh Kedaulatan NKRI, PKL Ajak TNI Dan Polri Pro Rakyat Indonesia

Perkokoh Kedaulatan NKRI, PKL Ajak TNI Dan Polri Pro Rakyat Indonesia.

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mengajak elemen Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama-sama dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) agar bersatu menjadi kekuatan pro rakyat untuk menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun menyampaikan, jika kekuatan ini bersatu, maka siapapun yang hendak merongrong kedaulatan Indonesia, dan dengan cara apapapun jenis penjajahan yang dilakukan, tidak akan mempan.

“Indonesia membutuhkan kader-kader yang loyal terhadap rakyat, loyal terhadap Merah Putih, loyal terhadap NKRI. TNI, Polri dan PKL bersatu, loyal untuk Merah Putih dan NKRI,” tutur Ali Mahsun, dalam siaran pers, Kamis (31/08/2017).

Hal itu disampaikan Ali dalam kegiatan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Kaki Lima (DPD) APKLI Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah, Selasa (29/08/2017) itu, dihadiri Sekjen DPP APKLI Agus Yusuf dan Wasekjen DPP APKLI M Yasin, Wakil Bupati Batang Suyono, jajaran TNI, Polri, dan juga para PKL.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP APKLI, Danramil Limpung, Kapolsek Limpung Kabupaten Batang secara bersama-sama menyerukan slogan perjuangan ‘TNI, POLRI dan PKL Bersatu Loyal Mati Untuk Merah Putih dan NKRI’.

Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun secara resmi mengukuhkan dan melantik Much Ulinuha Sebagai Ketua DPD APKLI Batang. Dalam pidatonya, Ali menegaskan bahwa  APKLI hanya butuh kader dan pemimpin yang loyal, mati bagi Merah Putih dan NKRI.

“Saudara Ulin sebagai Ketua DPD APKLI Kabupaten Batang, di Jawa Tengah ini, pimpin APKLI dan PKL untuk meraih batangan berlian demi mensejahterakan PKL dan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Batang, meraih Merah Putih dan NKRI,” ujar Ali.

Dia mengingatkan, jangan sampai Ulin sebagai Ketua DPD APKLI Kabupaten Batang malah salah dalam memimpin. “Yang didapatkan hanyalah se-batang rokok Djarum Super saja,” ujar Ali.

Dia menjelaskan, APKLI terus bergerak melakukan Gerilya Revolusi Kaki Lima Indonesia, meningkatkan perputaran roda ekonomi dalam menghadapi persaingan perdagangan pasar bebas dunia dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“APKLI akan terus berjuang mempersiapkan kader yang loyal mati untuk Merah Putih dan NKRI. Yakni dalam melawan penguasa dzalim penjajah ekonomi bangsa Indonesia, agar terwujudnya Lima Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia,” pungkas Ali.

Ketua DPW APKLI Jawa Tengah Agus Yusuf, menyampaikan, semua kader APKLI harus membangun dan meningkatkan loyalitas, dedikasi dan eksistensi.

“Rangkul semua pihak untuk menggerakan roda perekonomian rakyat, gencarkan perang gerilya sesuai dengan Program Lima Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia, Penyaluran Kredit Tanpa Agunan sudah terserap dan tersalurkan kepada PKL di Kabupaten Batang dan seluruh Jawa Tengah. Selanjutnya saya perintahkan seluruh jajaran DPD APKLI Batang dan DPD APKLI Kabupaten Kota Se-Jawa Tengah untuk segera merealisasikan Perumahan Kaki Lima Indonesia di setiap Kabupaten Kota se Jawa Tengah, minimal 5000 perumahan kaki lima Indonesia di setiap Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah,” ujar Agus Yusuf.

Aktivis Alumni IAIN Surakarta itu menambahkan, APKLI sudah melakukan Peletakan Batu Pertama Perumahan Kaki Lima Indonesia di Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Senin, 28/08/2017).

Menurut dia, momentum itu adalah momentum paling bersejarah untuk APKLI dan Bangsa Indonesia. Kegiatan itu merupakan rangkaian acara pelantikan DPD APKLI Kabupaten Boyolali, yang dilaksanakan di Taman wisata Air Tlatar Boyolali.

“Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia merealisasikan program kerja nasional Lima Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia, salah satunya adalah Perumahan Kaki Lima Indonesia, yang pertama kali hadir di Republik Indonesia Untuk Rakyat Bangsa Indonesia,” ujar Agus Yusuf.

APKLI, lanjut dia, bekerja untuk mempersempit kesenjangan ekonomi di Indonesia. Selain itu juga membantu mensejahterakan bangsa Indonesia.

“Sebab, APKLI juga menjadi bagian penting bagi kemajuan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat pedagang kaki lima di Batang dan Seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD APKLI Kabupaten Batang, Mohammad Ulinuha berjanji akan mengemban amanah secara penuh untuk meningkatkan kesejahteraan bagi anggota dan para pedagang kaki lima yang ada di kabupaten Batang secara keseluruhan.

“Saat ini di Batang sudah ada sekitar 10000 orang debitur. Melalui APKLI ini, kurang lebih ada 120 orang diantaranya sudah bisa menikmati hasil pinjaman modal berupa KUR RP 25 juta tersebut secara langsung. Kebanyakan digunakan untuk modal usaha,” kata Ulinuha.

Wakil Bupati Batang, Suyono yang hadir dalam kesempatan itu mengapreasi atas kinerja APKLI yang telah ikut mendongkrak ekonomi dan semangat pedagang kaki lima. Dirinya berharap, melalui revolusi pedagang kaki lima, PKL harus bisa mengikuti aturan yang diperbolehkan.

“Mereka adalah pejuang bagi keluarga. Pagi, siang dan malam tak mengenal cuaca terus berusaha untuk memenuhi dan mencukupi kebutuhan keluarga. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di Batang meningkat. Kami akan terus memberikan support bagi para PKL,” kata Suyono.

Dalam acara tersebut, sejumlah pedagang kaki lima juga mendapatkan bantuan pinjaman modal melalui KUR senilai Rp 25 juta serta bantuan Beasiswa bagi siswa-siswi yang berasal dari keluarga anak PKL yang diberikan langsung oleh Ketum DPP APKLI, Wakil Bupati Batang, Kapolres Batang, Komandan Kodim Batang dan Muspika Kecamatan Limpung.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*