Breaking News

Perkembangan Pengusutan Korupsi Alat KB, Jaksa Umumkan Kerugian Negara dan Periksa Kepala Cabang PT Mensa Bina Sukses

Perkembangan Pengusutan Korupsi Alat KB, Jaksa Umumkan Kerugian Negara dan Periksa Kepala Cabang PT Mensa Bina Sukses.

Penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung kembali memanggil saksi untuk dimintai keterangannya dalam pengusutan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat KB.

 

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) M Rum menyampaikan, pemeriksaan kali ini yakni dengan memanggil Kepala Cabang atau Branch Manager PT Mensa Bina Sukses Handoyo Orbaniyanto.

 

“Sekitar pukul 10.00 Wib telah hadir Saksi Handoyo Orbaniyanto, SH memenuhi panggilan Penyidik dan dilakukan pemeriksaan,” tutur Kapuspenkum Kejaksaan Agung M Rum, di Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (01/08/2017).

 

Selain itu, M Rum menyampaikan, dalam kasus ini, perhitungan sementara kerugian negara diperkirakan mencapai kurang lebih senilai Rp. 27.940.161.935,40,-.

 

Demi pengusutan, lanjut dia, Tim Penyidik melakukan pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan KB II batang tiga tahunan plus inserter tahun anggaran 2014-2015 di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI telah memeriksa Saksi sebanyak 11 (sebelas) orang.

 

Terkait kasus ini, penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung telah menetapkan dua orang yang menjabat sebagai Direktur Perusahaan dan satu orang berstatus pegawai biasa sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Susuk KB/ Implan II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter  di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk tahun anggaran 2014-2015.

 

Diungkapkan M Rum, ketiga orang tersangka itu terdiri dari dua orang Direktur perusahaan dan satu orang pegawai biasa.

 

Mereka adalah; inisial YW dengan pekerjaan Direktur Utama PT. Triyasa Nagamas Farma. YW ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-51/F.2/Fd.1/07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

 

Kemudian ada LW, yang merupakan Direktur PT. Djaja Bima Agung. LW ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-52/F.2/Fd.1/07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

 

Tersangka ketiga adalah KT, yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (Kasi Penyediaan Sarana Program/ mantan Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN). KT sendiri ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-53/F.2/Fd.1/07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

 

M Rum memaparkan, dalam kasus ini, Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB/ Implan II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 191.340.325.000,- (seratus sembilan puluh satu miliar tiga ratus empat puluh juta tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah).

 

Anggaran itu bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN. Pada saat proses pelelangan berlangsung, ada penawaran harga yang dimasukkan oleh para peserta lelang adalah berada dalam 1 (satu) kendali yakni, PT. Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang.

 

“Sehingga, harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi,” ujar M Rum.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*