Breaking News

Perkara Lahan PT KAI, Kejagung Kejar Aset Negara Yang Dikuasai Terpidana

Perkara Lahan PT KAI, Kejagung Kejar Aset Negara Yang Dikuasai Terpidana.

Kejaksaan Agung (Kejagung) akan terus mengejar terpidana perkara lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Handoko Lie, yang telah diputus 10 tahun oleh Mahkamah Agung (MA) pada Desember 2016 lalu.

 

Jaksa Agung M. Prasetyo mengatakan, sejauh ini kita telah meminta bantuan dari berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri untuk menangkap terpidana perkara lahan PT KAI.

 

Namun untuk menyelesaikan perkara itu, Prasetyo meminta agar pihak-pihak yang terlibat tidak harus saling salah menyalahkan.

 

“Karena kita dari dulu sudah meminta agar terpidana di Medan kita bawa kemari (Jakarta) agar pelaksanaan persidangannya bisa lebih terang dan bisa kita pantau,” ujar Prasetyo di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (17/02/2017).

 

Prasetyo juga meminta agar publik tidak menyalahkan instansi Kejagung atas kaburnya terpidana perkara lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

 

“Tentunya JPU tidak putus asa mengajukan kasasi dan dikabulkan oleh MA. Namun ketika akan dieksekusi putusan yang sudah disahkan oleh MA ternyata orangnya kabur dan itu kan bukan salah kita. Dan harapan kita secara sukarela Handoko datang untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ucapnya.

 

Selain itu, lanjutnya, yang harus diselesaikan saat ini adalah bagaimana mengembalikan barang bukti yang namanya telah diubah oleh terpidana menjadi center point bertempat di kota Medan kepada negara.

 

Untuk melakukan upaya itu, kata Prasetyo, Kejagung akan bekerjasama dengan pihak PT KAI atau Menteri BUMN untuk mengatur penyelesaian barang bukti milik negara tersebut.

 

“Itu kan sebenarnya aset negara kemudian dikuasai oleh pihak lain yang dimana secara hukum terbukti bersalah. Apakah nantinya akan diatur dalam bentuk BOT (Build Operate Transfer) kalau seperti itu berapa tahun diberlakukan urusan mereka. Yang pasti namanya aset negara harus diselamatkan,” ujarnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*