Breaking News

Peringati Dua Tahun Geprindo, Pribumi Indonesia Tolak Legitimasi Kaum Elit Korup Penjual Aset Bangsa

Peringati Dua Tahun Geprindo, Pribumi Indonesia Tolak Legitimasi Kaum Elit Korup Penjual Aset Bangsa.

Kaum pribumi Indonesia diminta untuk terus menolak dan melawan upaya legitimasi yang dilakukan kaum elit korup di Tanah Air yang melegitimasi perilaku korup dan penjualan aset bangsa dan negara kepada bangsa lain.

Hal itu disampaikan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak dalam memperingati dua tahun Gerakan Pribumi Indonesia yang dibentuk oleh sejumlah tokoh pergerakan nasional pada 29 Agustus 2015 lalu.

Menurut Bastian, kaum Pribumi Indonesia penerus kaum pergerakan Nasional dengan semangat Sumpah Pemuda, tetap menolak segala upaya kapitalisasi elit atas semua aset di Indonesia.

“Juga menolak segala upaya elit yang menindas rakyat kecil atas nama pembangunan, mengundang kapitalis-kapitalis dunia untuk menguasai segala sektor ekonomi Indonesia, dan juga memberikan keleluasaan tumbuhnya kembali imperialisme dan kolonialisme asing di atas tanah Ibu Pertiwi,” tutur Bastian, dalam siaran persnya, Selasa (29/08/2017).

Karena itu, dia menyerukan kepada rakyat Indonesia bahwa dengan segala upaya, wajib meneruskan dan mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Pribumi Indonesia, di Indonesia.

“Masih ada kita disini yang akan selalu setia menjaga kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia. Dengan segala upaya kita wajib untuk terus mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Pribumi Indonesia di atas tanah leluhur kita,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan, lahirnya Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) didasari oleh perjuangan atas nama Rakyat Pribumi Indonesia, dengan cita-cita untuk memperkuat kembali identitas Indonesia sebagai bangsa pemenang, bangsa yang menjunjung tinggi kejujuran, kebaikan, kehormatan, harkat dan martabat.

“Dan ingin mengembalikan jiwa Bangsa Indonesia yang sesungguhnya,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, pada hari-hari saat ini, Indonesia malah masih menghadapi kenyataan bahwa para elit masih terus mengkhianati bangsanya sendiri.

“Pengkhianatan secara atau tidak, para oknum pengkhianat bangsa semakin memperlemah peran kita dalam mengisi kemerdekaan. Mereka menempatkan kita sebagai bangsa pecundang yang pasrah menonton kehebatan bangsa lain yang semakin menguasai segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Bastian.

Pada tanggal 29 Agustus dua tahun lalu di Jakarta, kata Bastian, dirinya bersama tokoh-tokoh seperti Ratna Sarumpaet, Ridwan Saidi, Icsanudin Noorsy, Muhardi, Yakub A Arupalakka, telah menyepakati bahwa setiap tanggal 29 Agustus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Pribumi Indonesia.

Dia berharap, semoga tepat dua tahun peringatan hari kebangkitan Pribumi Indonesia semakin diberikan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk tetap mengawal kemerdekaan kaum pribumi Indonesia, agar generasi penerus Pribumi Indonesia benar-benar bisa menjadi Tuan di Negeri sendiri dan berada di atas, bukan di bawah bangsa lain.

“Maju terus kaum pergerakan, jangan pernah mundur satu langkah pun. Tuhan Yang Maha Esa akan selalu bersama kita. Selamat memperingati hari dua tahun hari kebangkitan Pribumi Indonesia. Bergerak, Bersatu, Bangkit, Menang,” pungkas Bastian.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*