Breaking News

Penyalahgunaan Investasi, Kejaksaan Agung Periksa (Lagi) Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan

Penyalahgunaan Investasi, Kejaksaan Agung Periksa (Lagi) Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan.

Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan investasi pada PT. Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Karen Agustiawan pada akhir bulan Maret 2017 yang lalu. Untuk pemeriksaan kedua ini masih sebagai saksi dalam kasus tersebut.

“Yang bersangkutan hadir sekitar pukul 10.00 WIB memenuhi panggilan penyidik,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), M Rum di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (02/10/2017).

Rum menjelaskan, saat diperiksa Karen menerangkan terkait proses keputusan dalam pembelian besaran hak partisipasi (Participating Interest) oleh PT. Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

“Untuk kasus ini penyidik telah memeriksa 45 orang sebagai saksi,” ujarnya.‎

Kasus tersebut berawal saat PT Pertamina pada tahun 2009, melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd.

Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar 66,2 juta dolar Australia atau senilai 568 miliar rupiah dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari.

Namun ternyata BMG Australia pada 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Pada 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*