Breaking News

Pengembangan Kasus Korupsi Di Kementerian PU, KPK Tetapkan Politisi Golkar Sebagai Tersangka

Budi Supriyanto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan politisi Partai Golkar sebagai tersangka dalam dugaan korupsi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2016.

Politisi Golkar bernama Budi Supriyanto itu diketahui sebagai anggota Komisi X DPR RI dari partai berlambang beringin tersebut. Budi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap atas pemulusan proyek yang dilaksanakan di Maluku itu.

Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengumumkan penetapan status tersangka itu. Yuyuk menyampaikan, penyidik menetapkan Budi sebagai tersangka berdasarkan pengembangan dan pemeriksaan saksi. Dari pengembangan itu, penyidik KPK telah menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Budi sebagai tersangka.

“Penyidik menemukan alat¬†bukti cukup untuk menetapkan BSU (Budi Supriyanto) anggota DPR periode 2014-2019 sebagai tersangka,” kata Yuyuk di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2016).

Yuyuk menambahkan, Budi diduga menerima hadiah atau janji dari AKH (Abdul Khoir) selaku Direktur PT WTU (Windhu Tunggal Utama). Hadiah tersebut diberikan agar PT WTU memenangkan tender proyek tersebut.

Budi disangka melanggar Pasal Pasal 12 huruf (a) huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Terkait kasus ini, sebelumnya KPK telah menetapkan Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwin dan Abdul Khoir sebagai tersangka kasus penyuapan pemulusan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Damayanti disangka telah menerima suap senilai 404.000 Dollar Singapura.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*