Breaking News

Pengangguran Hantui Pemuda Indonesia, Jamkrindo Harus Proaktif

Jamkrindo harus proaktif mencegah pengangguran akut.

Setiap tahunnya, ribuan pemuda Indonesia terancam menjadi pengangguran. Minimnya lapangan kerja bagai momok yang menghantui para pemuda lulusan perguruan tinggi dan juga pendidikan menengah atas tiap tahunnya. Para tenaga produktif yang baru lulus itu, diperhadapkan dengan kegamangan mewujudkan pekerjaan yang layak baginya.

Serangan tenaga kerja asing yang sudah tidak bisa dibendung dalam era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dianggap turut mempersulit para lulusan Indonesia memperoleh pekerjaan yang layak. Selain kian sempitnya lapangan pekerjaan, upaya kaum muda untuk terjun pada kegiatan bisnis atau wirausaha terbentur dengan kewalahan mendapat akses permodalan.

Ketua Kelompok Masyarakat Konsumen Cerdas (Pokmas Cerdas) Richard Manahan Saragi menyampaikan, setiap tahunnya, lulusan Indonesia mulai dari tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Diploma I, Diploma II, Diploma III dan Sarjana, selalu kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Jika tidak dicarikan solusi, lanjut dia, maka generasi produktif ini akan menjadi beban Negara yang akan sulit diatasi di masa depan.

“Karena itu, peran Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, seperti Perum Jamkrindo sangat dibutuhkan untuk proaktif dan terjun langsung ke basis masyarakat, terutama segmen kaum muda, atau lulusan-lulusan muda fresh graduate agar memperoleh bantuan permodalan dan bagaimana mengatasi persoalan lapangan pekerjaan,” papar Richard Manahan di Jakarta, Kamis (09/06/2016).

Pada dasarnya, lanjut Richard, banyak pemuda atau tenaga kerja produktif Indonesia yang baru lulus memiliki kemauan untuk terjun ke dunia bisnis dan wirausaha pasca menamatkan pendidikannya. Segmen Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) menjadi salah satu sasaran yang bisa digeluti oleh kaum muda. Persoalannya, akses permodalan dan minimnya informasi membuat para pemuda itu lesu darah.

“Jamkrindo harus menyasar kaum muda, terutama kaum terdidik yang baru menamatkan pendidikan untuk membangun usaha yang lebih baik, tanpa harus dihantui dengan ancaman pengangguran yang berkepanjangan,” papar dia.

Ke depan, lanjut Richard, jika kaum muda terdidik ini tidak dikembangkan, dan hanya berharap akan masuk ke sektor birokrasi dan kekuasaan, maka kesulitan demi kesulitan serta beban ekonomi bangsa ini akan kian bertumpuk.

“Saya kira, banyak BUMN yang bergerak di bidang kredit, atau permodalan yang bisa melakukan upaya nyata membangun perekonomian bangsa, lewat permodalan, pelatihan dan pengembangan kaum muda,” ujar Richard.

Karena itu, dia meminta pemerintah dan BUMN-BUMN terkait, memberikan sarana dan proaktif bagi pengembangan kalangan muda, agar tidak menjadi pengangguran.

Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Diding S Anwar menyatakan kesediaannya untuk mengembangkan potensi Indonesia, terutama anak-anak muda dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Diding menegaskan, Perum yang kini dipimpinnya harus menjadi perusahaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Diding menegaskan, saat ini Jamkrindo dihadapkan dalam kompetisi global dimana persaingan bukan lagi muncul dari tetangga-tetangga di sekitar lingkungan semata saja.

“Sebaliknya justru inilah saat paling tepat bagi kita untuk bahu-membahu bersama sesama anak bangsa untuk memenangkan persaingan-persaingan pada aras global, karena lawan tanding kita semakin hari semakin muncul dari seantero penjuru dunia,” ujarnya dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional lalu.

Sebagai satu kesatuan, lanjut dia, mau tak mau Jamkrindo harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam persaingan pada tingkat global tersebut.

“Pada aspek-aspek kerja nyata, kemandirian, dan karakter kitalah terletak kunci untuk memenangkannya. Kini bukan saatnya lagi mengedepankan hal-hal sekadar pengembangan wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif,” ujarnya.

Diding mengatakan, kini saatnya bekerja nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah dipraktikkan selama ini.

“Hanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Kita harus membiasakan yang benar dan bukan sekadar membenarkan yang biasa,” katanya.

Untuk itu, Diding mengajak untuk menyelenggarakan proses-proses secara lebih efisien. “Mari pangkas segala proses yang pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Mari bangun proses-proses yang lebih transparan. Mari berikan layanan tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan,” katanya.

Dan untuk mencapai cita-cita ideal perusahaan sebagaimana tersebut di atas, maka visi perusahaan dijabarkan dalam misi-misi yang merupakan Tridharma Jamkrindo yakni Dharma pertama, melakukan kegiatan penjaminan bagi perkembangan bisnis UMKM dan Koperasi. Dharma kedua, memberikan pelayanan yang luas dan berkualitas dan, Dharma ketiga, memberikan manfaat bagi stakeholders sesuai prinsip bisnis yang sehat.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*