Breaking News

Pengacara Ini Alami Malpraktek, Rumah Sakit Pun Digugat

Pengacara Ini Alami Malpraktek, Rumah Sakit Pun Digugat.

Masyarakat diajak untuk menggugat Rumah Sakit dan para dokter serta pelayan kesehatan yang kian marak melakukan malpraktek.

 

Kini, salah seorang lawyer atau pengacara juga menjadi korban malpraktek di sebuah Rumah Sakit di Jakarta Barat. Muhammad Basyir, yang berprofesi sebagai advokat dan berdomilisi di Jakarta Barat telah menjadi korban malpraktek, mengalami kesalahan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Royak Taruma, Grogol, Jakarta Barat.

 

Basyir menuturkan, kejadian tersebut diawali pada tanggal 5 Oktober 2017, Dirinya sebagai korban adalah pasien yang pernah mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Royal Taruma karena mengalami sakit/nyeri otot pada bahu kanannya dan pada saat itu korban melakukan pendaftaran sebagai pasien baru yang kemudian dilakukan penanganan/pengobatan oleh salah seorang dokter di Bagian Tulang dan Sendi di RS Royal Taruma.

 

Menurut Basyir, awalnya dirinya didiagnosa telah mengalami radang sendi/otot. Dan saay itu dia telah diberikan tindakan pengobatan dengan injeksi (suntikan) dibahu serta diberikan obat-obat oral.

 

“Selanjutnya dianjurkan melanjutkan proses pengobatan penyakit yang dideritanya dengan terapi (pengobatan) pemanasan otot  sebanyak 6 ( enam) kali di Bagian Fisioterapi RS Royal Taruma,” tutur Basyir, Senin (15/01/2018).

 

Berdasarkan anjuran tersebut, dia mulai menjalani terapi pemanasan dan getaran yaitu dengan cara menempelkan perlengkapan terapi di bahu  dimana proses 2 (dua) alat terapi tersebut dilakukan selama kurang lebih 40 (tiga puluh) menit baru perlengkapan terapi dilepaskan.

 

Pada tanggal 14 Oktober 2017, Basyir kembali mendatangi Bagian Fisioterapi RS Royal Taruma untuk menjalani lanjutan terapi yang disudah dilakukan sebelumnya dan pada saat menjalani terapi kedua ini korban merasakan panas yang berbeda pada bagian yang ditempelkan alat terapi (bahu sebelah kanan) walapun merasakan panas yang berkepanjangan (terus menerus) korban tetap bertahan mengikuti proses terapi yang dijalankan tersebut selama kurang lebih 30 (tiga) puluh menit.

 

Setibanya di rumah, dia sangat terkejut pada saat membuka pakaian dan melihat di cermin ternyata bahu kanan bagian depan melepuh seperti halnya luka bakar.

 

“Dan pada saat lepuhan luka tersebut pecah, mengeluarkan cairan dan bau yang tidak sedap dan korban semakin merasakan nyeri dan perih secara terus menerus,” ujarnya.

 

Pada hari yang sama, oleh karena dia menyadari telah menjadi korban atas adanya kelalaian/kesalahan dalam pelayanan/penggunaan jasa kesehatan maka Basyir kembali mendatangi RS Royal Taruma dan melakukan keberatan/komplain atas kesalahan penanganan/pelayanan kesehatan yang telah dilakukan oleh Pihak Dokter dan atau Tenaga Medis di RS Royal Taruma.

 

“Saya bukannya menjalani terapi (pengobatan) agar saya menjadi sehat justru malah semakin memperparah sakitnya dan menimbulkan penyakit yang baru,” ujarnya.

 

Selanjutnya oleh karena merasa perlu melakukan upaya meminta pertanggungjawaban secara hukum atas kesalahan pelayanan kesehatan (tindakan malapraktik) yang dilakukan oleh Pihak RS Royal Taruma, maka Basyir telah memberikan kuasa kepada Para Advokat dan Konsultan Hukum di LBH – YASKUM untuk mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dimana gugatan perdata tersebut telah teregister dalam Perkara Perdata Nomor : 820/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Brt. Tertanggal 14 Desember 2017.

 

“Gugatan perdata ini diajukan sebagai bentuk peringatan dan pembelajaran dari masyarakat kepada penyedia jasa pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit dan tenaga medisnya agar dapat menyadari pekerjaannya sangat penting dan memerlukan profesionalitas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyangkut jiwa dan raga pasien,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*