Breaking News

Penetepan Presidential Threshold Rawan Money Politic, Waspadalah

Penetepan Presidential Threshold Rawan Money Politic, Waspadalah!

Fraksi-fraksi di DPR diminta untuk waspada dan masyarakat diharapkan aktif melakukan kontrol terhadap kinerja parlemen dalam rencana penetapan presidential threshold, sebab diduga keras sangat rawan dengan praktik money politics.

 

Pengamat Politik dari Rumah Amanah Rakyat Ferdinand Hutahaean menyampaikan, ketika Sidang Paripurna dilakukan dengan agenda penetapan dan pengesahan RUU Pedmilu serta menyepakati beberapa poin krusial,dari 10 Fraksi, terbagi dalam 4 kelompok pandangan yang sudah disampaikan.

 

Kelompok Pertama, Partai Demokrat, Gerindra dan PKS sepakat dan sepaham bahwa untuk menghormati kedaulatan Rakyat serta menegakkan Konstitusi dan menegakkan Demokrasi maka ambang batas Presidential Threshold harus berada di angka 0%.

 

Kelompok kedua, PDIP, Nasdem, Hanura yang memilih di ambang batas Presidential 20% meski dengan argument yang tidak jelas dan hanya membanding-bandingkan saja dengan masa lalu.

 

“Pertanyaannya, andai masa lalu itu salah, harus kah dipertahankan salah? Kemudian bahwa yang lalu itu belum ada keputusan Mahkamah Konstitusi tentang pemilu serentak,” ujar Ferdinand, di Jakarta, Kamis (20/07/2017).

 

Kelompok ketiga adalah kelompok yamg belum menyebutkan pilihannya dan meminta agar dilakukan loby. Diantaranya Partai Golkar, PPP dan PKB.

 

“Mungkin kelompok ini ingin lebih bergaining dengan pihak pemerintah,” ujarnya.

 

Kelompok keempat adalah yamg memilih ambang batas di 10% yaitu Partai PAN.

 

“Beda sendiri dengan argumen sendiri dan cenderung lebih mencari jalan tengah,” katanya.

 

Mencermati situasi pandangan fraksi tersebut, lanjut dia, terutama fraksi pendukung pemerintah yang tidak solid, seharusnya Pemerintah atau Jokowi sudah selayaknya menyatakan mendukung langkah yang taat hukum, konstitusional yaitu memilih ambang batas 0%.

 

Menurut dia, andai usulan pemerintah tentang ambang batas 20% itu sudah benar dan baik, tentu seluruh partai pendukung akan solid pada pandangan umum fraksi.

 

“Lantas mengapa pendukung penerintah belum atau tidak solid? Saya meyakini bahwa memang kareba pilihan yang dipaksakan pemerintah tersebut tidak benar,” katanya.

 

Dia pun meminta agar Presiden Jokowi jangan egois demi kekuasaanya. Tidak elok bertahan pada sebuah pilihan yang tidak tepat, tidak sesuai hukum dan melanggar konstitusi yang mengamanatkan pemilu serentak.

 

Dan kepada penegak hukum agar mewaspadai money politic atas situasi ini. “Sangat mungkin akan ada upaya dari pihak yang ingin Presidential Threshold 20% ini lolos menggunakan segala cara untuk menggolkan niatnya. Saya pikir KPK perlu memang mata dan telinga yang tajam selama proses loby ini terjadi sebelum diputuskan nantinya,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*