Breaking News

Pemimpin Oposisi Ditangkap, Kerusuhan Merebak di Armenia

Setidaknya, sebanyak 2.000 orang pengunjuk rasa turun ke jalan untuk mendukung orang-orang bersenjata, yang merebut kantor polisi pada hari itu dalam upaya untuk membebaskan pemimpin oposisi dari penjara Zhirair Sefilyan.

Puluhan orang terluka dalam bentrokan yang terjadi di Ibukota Armenia, Yerevan, pada hari Minggu lalu. Setidaknya, sebanyak 2.000 orang pengunjuk rasa turun ke jalan untuk mendukung orang-orang bersenjata, yang merebut kantor polisi pada hari itu dalam upaya untuk membebaskan pemimpin oposisi dari penjara Zhirair Sefilyan.

Para pengunjuk rasa turun ke jalanan dengan melemparkan batu kepada para petugas anti huru-hara dan membangun barikade dalam upaya untuk menghentikan tindakan polisi yang memukuli para pengunjuk rasa dengan tongkat.

Para petugas membubarkan para pengunjuk rasa dengan cara memukuli dan menangkap puluhan demonstran. Lebih dari 50 orang pengunjuk rasa terluka dan 25 petugas polisi.

Orang-orang bersenjata yang dikabarkan telah menguasai gudang besar senjata di kantor polisi dan menyandera wakil kepala polisi Armenia, Vardan Egiazaryan, wakil kepala polisi Yerevan Valeri Osipyan dan dua sandera lainnya.

Para pengunjuk rasa menuntut Presiden Serzh Sarkisian untuk mengundurkan diri dan melepaskan Zhirair Sefilyan, yang ditangkap pada bulan Juni atas kepemilikan senjata ilegal.

Sefilyan adalah pengecam keras pemerintah yang sebelumnya pernah dipenjara. Tahun lalu, Sefilyan dan beberapa pendukungnya ditangkap lagi karena dicurigai mempersiapkan kudeta, namun tidak lama kemudian ia dibebaskan.

Peneliti mengklaim bahwa sebelum penangkapannya pada bulan Juni, Sefilyan dan pendukungnya berencana untuk merebut gedung-gedung pemerintah.

Departemen Luar Negeri AS telah mengutuk “penggunaan kekerasan untuk melakukan perubahan politik di Armenia” dan mendesak pemerintah untuk “menangani situasi dengan menahan diri tepat.”(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*