Breaking News

Pemilihan Presiden Filipina Kacau, 15 Orang Tewas Terbunuh

Sebanyak 15 orang diberitakan tewas dalam proses Pemilihan Presiden Filipina.

Pemilihan Presiden di Filipina diwarnai kericuhan, penembakan dan juga kebocoran data-data pribadi. Dalam insiden tersebut, sebanyak 15 orang dikabarkan tewas semasa mangikuti kampanye yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata di Kota Rosario, di Provinsi Cavite, Selatan Ibukota Manila.

Seperti yang dilansir dari BBC, Senin (9/5/2016), sebelumnya, lebih dari 100.000 polisi turun untuk menjaga keaman di tengah kekerasan menjelang pemungutan suara.

Pembunuhan juga terjadi sebelum pemilihan dilakukan pada hari Sabtu (07/05/2016) kemarin. Seorang calon independen untuk Wali Kota Lantapan, Armando Ceballos, Filipina Selatan, tewas dibunuh oleh sekelompok pria bersenjata di rumahnya.

Dari pemberiataan media-media setempat, dikabarkan bahwa suhu politik Filipina sejak dulu sering diwarnai dengan kekerasan. Dalam sepanjang masa kampanye Pemilihan Presiden tahun ini, sudah 15 orang tewas.

Sekitar 55 juta kebocoran data-data pribadi telah mewarnai pemilihan Presiden Filipina kali ini. Namun, Komisi Pemilihan Umum Filipina menegaskan, kebocoran tidak akan mempengaruhi proses pemilihan presiden.

Ada lima calon akan bersaing dalam pemilihan Presiden untuk menggantikan Benigno Aquino, yang telah menjabat sebagai pemimpin di Negara tersebut selama enam tahun.

Menurut survei, ada satu nama kandidat yang diunggulkan, yang diduga kontroversial selama berkampanye.

Duterte, yang memiliki julukan ‘Digong’, kian populer lantaran komentar-komentar kontroversial, termasuk janjinya untuk membantai pelaku kriminal, serta pernyataan bahwa dia harusnya menjadi orang pertama yang memerkosa seorang penginjil asal Australia yang meninggal dunia dalam kerusuhan penjara.

Namun Presiden Benigno Aquino nampaknya tidak setuju jika Digong yang akan memenangkan pemilihan tersebut.

“Saya perlu bantuan Anda untuk menghentikan kembalinya teror di tanah air kita. Saya tidak bisa melakukannya sendiri,” kata Aquino.

Sekitar 54 juta orang yang mengikuti pemilihan di negara tersebut yang terdiri dari 7.000 pulau. Pemilihan itu dimulai sejak pukul 06:00 waktu setempat hingga pukul 17:00 waktu setempat.

Namun, pejabat komisi pemilihan umum mengatakan, ada beberapa tempat di negara yang tidak melaksanakan pemilihan karena masalah dengan peralatan elektronik untuk nemilih.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*