Breaking News

Pembubaran Ormas HTI, Jaksa Masih Menunggu Langkah Kemenkumham

Pembubaran Ormas HTI, Jaksa Masih Menunggu Langkah Kemenkumham.

Pemerintah telah sepakat membubarkan organisasi masyarakat (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia karena dinilai anti Pancasila. Menanggapi hal itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai pihak yang mengajukan gugatan sampai saat ini masih menunggu permintaan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait pembubaran Ormas tersebut.

 

“Kita masih menunggu permintaan dari pemerintah dalam hal ini Kemenkumham,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (10/05/2017).

 

Menurutnya, pembubaran Ormas telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2013 tentang Ormas. Dalam penjelasan UU itu, Kejaksaan bertugas mengajukan gugatan pembubaran Ormas yang sebelumnya telah diajukan pemerintah melalui Kemenkumham untuk dilimpahkan ke pengadilan.

 

“Kita juga belum mengetahui kapan tepatnya akan mengajukan rencana pemerintah tersebut,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Wiranto mengatakan pemerintah akan membubarkan Ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

 

“Mencermati berbagai pertimbangan, serta menyerap aspirasi masyarakat, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI,” katanya, usai bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (08/05/2017).

 

Menurut Wiranto, keputusan tersebut dikeluarkan bukan berarti pemerintah anti terhadap Ormas Islam. Namun, semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

 

“Selama ini aktivitas HTI telah menimbulkan benturan di masyarakat yang mengancam keamanan dan ketertiban serta keutuhan NKRI, sehingga pembubaran menjadi langkah yang diambil,” ujarnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*