Breaking News

Pembacok Wartawan Disidangkan; Alasan Kesal Tak Bisa Diterima, Nyawa Hampir Melayang, Pelaku Harus Dihukum Berat

Pembacok Wartawan Disidangkan; Alasan Kesal Tak Bisa Diterima, Nyawa Hampir Melayang, Pelaku Harus Dihukum Berat.

Pelaku pembacokan terhadap wartawan berinisial WD harus dihukum berat. Muhammad Nur alias Roni adalah pelaku pembacokan terhadap wartawan WD di Bogor.

Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Cibining, Rabu (09/01/2019), Roni mengaku kesal terhadap WD sehingga melakukan pembacokan dan hampir menghilangkan nyawa WD.

Majelis Hakim yang diketuai Chandra Gautama bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ella Angelia menggelar sidang dengan agenda pembacaa surat dakwaan.

Pada persidangan, Roni yang terlihat memasuki ruang sidang dengan memakai baju tahanan berwarna merah itu selalu mengelak. Selama proses persidangan, Roni banyak menyangkal pertanyaan yang dilontarkan JPU Ella kepadanya. “Apa alasan terdakwa melakukan perbuatan ini kepada korban?” tanya Ella kepada Roni.

“Saya kesal kepada korban karena menyenggol saya disaat lewat di depan saya,” kilah Roni.

“Apakah benar hanya karena itu terdakwa jadi mengambil parang ke rumah untuk membacok korban atau ada motif lain?” tanya Ellah melanjutkan pertanyaannya kepada Roni.

“Iya, Bu Jaksa hanya karena itu alasannya,” ujar Roni singkat.

Pengakuan Roni berbeda dengan yang disampaikan saksi. Keterangan saksi-saksi seperti Saksi Suci dan Adel, menyebutkan, Roni pernah melecehkan tunangan WD. “Beberapa bulan sebelum kejadian itu, yang saya tahu Roni pernah mengganggu tunangan korban,” ujar Adel.

Pembacokan terhadap WD terjadi di Kawasan Ruko Lampu Merah Cikaret, Minggu (5/8/2018). Pembacokan hampir merenggut nyawa korban. Pelaku yakni Roni dan adik iparnya (DPO) dan seorang pengemudi motor, sudah menunggu tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) sambil memantau situasi. Pengemudi motor yang belakangan diketahui bernama Aven alias Ave-sedang buron alias dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka bersengaja membacok WD.

Masih di persidangan, Hakim Chandra juga melancarkan sejumlah pertanyaan kepada Roni. “Saudara terdakwa, apakah saudara tahu pekerjaan korban? Apakah Saudara tahu karena perbuatan saudara ini korban tidak bisa melakukan tugas, pokok, dan fungsinya sebagai wartawan,” tanya Hakim kepada Roni.

Chandra menilai perbuatan Roni tersebut berniat menghabisi nyawa korban. Saudara Terdakwa, lanjut Candra, Apakah saudara terdakwa berniat menghabisi nyawa korban, sampai-sampai korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuhnya.

“Sekuat apa saudara terdakwa mengayun senjata tajam ke tubuh korban sampai terlihat jelas otot pembuluh darahnya,” ujar Candra yang terlihat tak habis pikir dengan perbuatan Roni sambil melihat hasil visum.

Terpisah, Ketua Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Kabupaten Bogor Walbet Marpaung mengaku sangat geram atas tindakan kriminal murni yang dilakukan oleh Roni terhadap WD.

“Kami mewakili pengurus PJID Kabupaten Bogor sangat menyesalkan perbuatan terdakwa. Hanya karena hal sepele membuat dirinya menaruh dendam terhadap WD sehingga merencanakan pembacokan kepada WD”, ujar Walbet.

Untuk itu, Walbet meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar pelaku yang sudah tertangkap di ganjar dengan hukuman seberat-beratnya. Para pelaku harus ditindak sesuai dengan perbuatannya.

Dia juga meminta penyidik Polres Bogor agar segera mencari dan menangkap para pelaku lain yang berstatus DPO.

“Kami cermati dalam perkara ini masih ada dua orang pelaku lainnya yang masih menghirup udara bebas, yang satu orang adik ipar Roni yang satu orangnya lagi Aven alias Ave,” ujarnya.(Apul Iskandar)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*