Breaking News

Pembacaan Tuntutan Ahok Ditunda, Jampidum: Wajar Saja Kok!

Pembacaan Tuntutan Ahok Ditunda, Jampidum: Wajar Saja Kok!

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) memutuskan untuk menunda pembacaan tuntutan kasus penodaan agama yang dilakukan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan kembali digelar pada Kamis (20/04/2017).

 

Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung, Noor Rachmad mengatakan, penundaan tersebut merupakan hal yang wajar. Sebab waktu satu minggu setelah persidangan selesai mendengarkan saksi-saksi baik dari JPU maupun penasehat hukum terdakwa Ahok bukan waktu yang cukup bagi JPU untuk menyusun surat tuntutan.

 

“Namanya buat surat tuntutan itu harus komprehensif, semua segi harus dipertimbangkan, waktu yang hanya seminggu bukanlah waktu yang cukup,” ujar Noor Rachmad di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (11/04/2017).

 

Menurut Noor, untuk memaksimalkan peran jaksa pidana umum dalam hal ini surat tuntutan tersebut sudah seharusnya diberikan waktu tambahan.

 

“Intinya diberikan waktu tambahan. Itu saja,” ujarnya.

 

Terkait hukuman yang akan dikenakan pada kasus tersebut, Noor pun belum mengetahuinya.

 

“Belum saatnya. Nanti juga bakal tahu sendiri,” ucapnya.

 

Sebelumnya dalam persidangan, Ketua Tim JPU Ali Mukartono meminta jadwal pembacaan tuntutan terhadap Ahok ditunda karena belum selesainya penyusunan tuntutan.

 

“Memang sedianya persidangan hari ini agendanya adalah pembacaan surat tuntutan dari kami selaku Penuntut Umum, kami sudah berusaha sedemikian rupa bahwa ternyata waktu satu minggu tidak cukup atau kurang cukup bagi kami untuk menyusun surat tuntutan,” kata Ali.

 

Pada kasus tersebut Ahok dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*