Breaking News

Pelindo I Tak Kunjung Penuhi Hak-Hak Pekerja, Ratusan Buruh Akan Gelar Aksi Long March Dari Medan Menuju Jakarta, Geruduk Kantor Presiden!

Pelindo I Tak Kunjung Penuhi Hak-Hak Pekerja, Ratusan Buruh Akan Gelar Aksi Long March Dari Medan Menuju Jakarta, Geruduk Kantor Presiden!

Tuntutan ratusan buruh yang merupakan pekerja di Pelabuhan Belawan tidak digubris oleh PT Pelindo I di Medan. Karena itu, para buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Wilayah Sumatera Utara itu akan melakukan aksi long march dari Medan ke Jakarta untuk menuntut agar hak-hak mereka dipenuhi.

 

Koordinator SBSI Wilayah Sumatera Utara, Nicholas Sutrisno mengatakan, aksi kali ini akan dilakukan dengan berjalan kaki, dengan mempergunakan sepeda motor dan mobil komando, yang akan beriringan dari Medan menuju Jakarta.

 

“Kami akan menuju Istana Negara dan Kantor Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta,” tutur Nicholas Sutrisno dalam keterangan persnya, kemarin.

 

Terkait tuntutan mereka, dijelaskan Nicho, sampai saat ini PT Pelindo I tidak memberikan respon yang positif. Karena merasa tidak ada tanggapan dan perusahaan pelat merah itu dianggap bebal, maka Nicho akan melanjutkan tuntuan aksinya hingga ke Jakarta secara langsung.

 

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa yang mereka persiapkan ini, merupakan lanjutan dari aksi-aksi yang digelar didepan kantor PT Pelindo I di Jalan Krakatau Ujung Nomor 100 Medan.

 

“Kami meminta PT Pelindo I membayarkan upah lembur. Kemudian Kami menolak status para karyawan PT Pelindo dialihkan ke perusahaan outsourching. Kami meminta agar para pekerja buruh PT Pelindo agar ditetapkan menjadi karyawan tetap”  ucap Nicholas.

 

Menurut Nicholas, masa kontrak para pekerja PT Pelindo I rata-rata 17 tahun dan para pekerja sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut. Namun, perusahaan BUMN ini malah mengembalikan status mereka ke posisi awal dengan model outsourcing.

 

Dalam aksi kali ini mereka menuntuk agar Direktur PT Pelindo I agar di turunkan dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta agar pemerintah juga mengusut tuntas kasus dwelling time.

 

“Kami menutut agar Direktur PT Pelindo I dipecat. Kami meminta Pekerjakan Buruh Pelindo menjadi karyawan tetap. Kami juga meminta agar Kepala Dinas Kota Medan dicopot,” ujarnya.

 

Menurut dia, persiapan anggota Serikat Buruh Sejahtera Indonseia (SBSI) cabang Medan yang dalam aksi melakukan long march menuju Jakarta sudah 75 %.  Dalam aksi yang akan dilakukan di Ibukota Republik Indonesia tersebut mereka juga menuntut agar Pemerintah mencabut PP 78 tahun 2015.

 

Nicholas menambahkan, mereka juga akan menyuarakan putusan 378 terkait dengan penggunaan Logo SBSI dan Mars SBSI agar dilaksanakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia  (KSBSI). “Kami juga meminta agar PP 78 dicabut. Kemudian meminta Putusan  378 agar dilaksanakan oleh KSBSI untuk tidak menggunakan Logo SBSI, Mars SBSI dan bendera SBSI. KSBI itu ilegal, sebab putusannya yang sah adalah SBSI Muchtar Pakpahan,” ucapnya.

 

Sejak Senin 02 Januari 2017, para buruh telah melakukan aksi mogok di Pelabuhan Belawan dan menggeruduk kantor PT Pelindo I di Medan.

 

Dalam aksi itu, ratusan buruh di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, menggeruduk kantor Pelindo I di Jalan Krakatau Ujung Nomor 100, Medan, Kamis (05/01/2017). Aksi ini adalah kelanjutan dari aksi mogok yang dilakukan oleh buruh Korkapel UPTK (Koperasi Karyawan Pelabuhan Unit Peti Kemas) demo PT Pelindo I di Jalan Pelabuhan Raya tepatnya simpang Ocean Pacific Belawan sejak tanggal 2 Januari 2017 lalu.

 

Ratusan buruh yang menggelar konpoi kendaraan bermotor dari Pelabuhan Belawan menuju kantor Pelindo I itu diiringi dengan orasi-orasi, yel-yel, serta menggelar spanduk tuntutan buruh.

 

Aksi yang dimotori para buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) itu menuntut agar pihak PT Pelindo I menghentikan tindakan diskriminatif terhadap buruh, dan mendesak perusahaan pelat merah itu segera memenuhi hak-hak buruh yang selama ini tidak dipenuhi oleh PT Pelindo I.

 

Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Medan April Waruwu menyampaikan, aksi di ahri keempat itu menggeruduk kantor Pelindo I, lantaran pihak Pelindo tidak kunjung mengakomodir teriakan dan aspirasi buruh.

 

Menurut April, sudah puluhan tahun buruh pelabuhan itu bekerja, namun PT Pelindo I dengan seenaknya saja hendak mengembalikan status mereka ke posisi awal dengan model outsourcing.

 

“Kami menolak diberlakukannya outsourcing itu. Kembalikan status dan kejelasan hak-hak kami,” ujar April Waruwu.

 

Aksi yang kali ini dikomandoi oleh para srikandi dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan (FIKEP SBSI) itu, menurut April, memang mendatangi kantor Pelindo I, agar pihak perusahaan lebih jelas mendengarkan aspirasi sebenarnya dari para buruh.

 

Para demonstran menolak tegas pengalihan status mereka kepada pihak perusahaan outsourcing. “Para pekerja meminta agar dijadikan sebagai pekerja tetap serta meminta agar dibayarkan uang lembur pekerja,” ujarnya.

 

April menegaskan,  PT Pelindo I harus memenuhi hak-hak buruh. “Kami meminta PT Pelindo I membayarkan upah lembur, mendesak PT Pelindo I menjalankan hak-hak normatif buruh sesuai Undang Undang Ketenagakerjaan, serta meminta Pelindo menghentikan diskriminasi terhadap buruh,” ujar April.

 

Selain itu, persoalan lambannya penanganan masalah gaji serta status para buruh di PT Pelindo I membuat buruh melakukan aksi mogok. Bahkan uang lembur buruh dari tahun 2012 belum juga dibayarkan oleh PT Pelindo I.

 

“Kita tak akan bekerja sebelum PT Pelindo menetapkan status semua buruh. Masa kami yang telah bekerja belasan tahun mau di-outsourcingkan lagi. Kan ini sudah tak benar lagi,” ujar Didin, salah seorang buruh demonstran.

 

Dari tuntutan para buruh saat aksi demo kepada PT Pelindo I adalah meminta dihapuskannya sistem outsourcing. “Jangan kami dijadikan sapi perahan, audit manajemen Kopkarpel UPTK serta menolak pengalihan karyawan Kopkarpel UPTK menjadi tenaga outsourcing,” ujarnya.

 

Sebelumnya, di bulan Februari 2016 pihak buruh dengan PT Pelindo I sempat mengadakan pertemuan terkait permasalahan. Saat itu pihak PT Pelindo I sendiri berjanji akan segera menuntaskan persoalan secepat mungkin. Tapi tunggu punya tunggu persoalan hingga kini tak kunjung selesai juga.(JR/Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*