Breaking News

Pelayanan Rumah Sakit Belum Maksimal, BPJS Kesehatan Dorong Kualitas FKRTL

Pelayanan Rumah Sakit Belum Maksimal, BPJS Kesehatan Dorong Kualitas FKRTL.

Dikarenakan pelayanan yang dilakukan Rumah Sakit dirasa belum maksimal, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendorong peningkatan kualitas pelayanan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

 

Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady menyampaikan, peningkatan kualitas pelayanan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan itu menjadi sangat penting bagi para peserta.

 

“Memasuki tahun ke-4 implementasi Program JKN-KIS, salah satu urgensi yang patut diperhatikan oleh semua pihak adalah pembenahan kualitas pelayanan khususnya di rumah sakit atau fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan,” tutur Maya Amiarny Rusady , pada pertemuan Nasional Manajemen Rumah Sakit di Jakarta, Selasa (16/5/2017) malam.

 

Maya mengungkapkan,  masih banyak keluhan peserta JKN-KIS soal kualitas pelayanan di rumah sakit. “Diharapkan melalui pertemuan ini komitmen tersebut semakin kuat diupayakan oleh seluruh manajemen rumah sakit mitra kerja BPJS Kesehatan,” ujarnya.

 

Keluhan terhadap pelayanan rumah sakit,  beber dia, antara lain, terkait pembebanan biaya di luar ketentuan, ketiadaan sistem antrian pelayanan yang pasti, dan transparan, kuota kamar rawat inap, serta ketersediaan obat.

 

Menurut Maya, BPJS Kesehatan telah melakukan berbagai upaya dalam hal mendorong mitra kerja/provider dalam memperbaiki hal tersebut. Namun, untuk menuntaskannya sangat diperlukan inisiatif, komitmen pelaksanaan serta pengawasan menyeluruh manajemen rumah sakit dalam menata proses perubahan menuju standar kualitas pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

“Keberhasilan program JKN-KIS tidak bisa lepas dari dukungan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan selaku mitra BPJS Kesehatan. Karena itu, perlu terus ditingkatkan peran dan fungsinya dalam memberikan pelayanan, dengan kendali mutu sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan JKN-KIS,” ujarnya.

 

Maya mengingatkan, secara berkelanjutan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan Program JKN-KIS. BPJS Kesehatan mencatat sampai dengan akhir 2016, total pemanfaatan di fasilitas kesehatan oleh peserta BPJS Kesehatan mencapai 192,9 juta kunjungan/kasus.

 

Sebanyak 134,9 juta kunjungan dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan, dan Klinik Pratama/Swasta.  Selanjutnya, 50,4 juta kunjungan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (Poliklinik RS) dan 7,6 juta kasus Rawat Inap Tingkat Lanjutan (rumah sakit).

 

Maya menambahkan, hingga 1 Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS mencapai 176.738.998 jiwa. BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan 20.775 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan 5.257 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan, yang terdiri dari 2.128 Rumah Sakit, serta 3.192 faskes penunjang (Apotik, Optik) yang tersebar di seluruh Indonesia.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*